Cegah Konflik Sosial, Tim Terpadu PKS Berupaya Mengedepankan Persuasif dan Dialog

Kaban KesbangPol Barito Utara, Rayadi

Muara Teweh, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Pemerintah kabupaten Barito Utara melalui Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial (PKS) setempat sampai saat ini masih belum menemukan konflik sosial terbuka yang melibatkan dua atau lebih kelompok masyarakat.

“Namun kami Tim Terpadu PKS terus aktif melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap potensi kerawanan yang dapat memicu konflik di kemudian hari,” kata Kepala KesbangPol Barito Utara, Rayadi, di Muara Teweh, Rabu (29/10).

Rayadi menjelaskan bahwa potensi kerawanan sosial di wilayah Kabupaten Barito Utara masih didominasi oleh persoalan sengketa lahan antara masyarakat dan perusahaan. “Dan selama ini, upaya yang dilakukan tim bersifat pencegahan. Kami berfokus pada deteksi dini dan penanganan potensi kerawanan agar tidak berkembang menjadi konflik sosial terbuka,” ujarnya.

Lebih lanjut Rayadi, langkah awal yang dilakukan melalui tim kewaspadaan dini dan jejaringnya yang bertugas adalah memetakan potensi kerawanan di lapangan. Setelah itu, dilakukan tata kelola penanganan dengan mengawal para pihak agar menyelesaikan permasalahan melalui jalur mediasi maupun hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

“Mekanisme mediasi dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten, melibatkan tim PKS Barito Utara. Kami berupaya mengedepankan pendekatan persuasif dan dialog antar pihak. Bila tidak bisa diselesaikan di tingkat bawah, baru kami tangani di tingkat kabupaten,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan dari Aparat Penegak Hukum (APH) yang turut membantu menjaga stabilitas, meskipun saat ini terdapat dua warga Kecamatan Lahei yang masih dalam proses hukum terkait kasus lahan.

Selain itu, Kaban KesbangPol Barut juga menyebut koordinasi lintas sektor seperti dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Dinas Kehutanan juga sangat membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang aturan agraria dan kehutanan, terutama menyangkut penguasaan lahan di kawasan hutan.

Rayadi juga menegaskan bahwa meskipun belum ada konflik sosial terbuka, mitigasi terhadap sengketa lahan harus terus diperkuat demi menjaga iklim investasi dan kelancaran dunia usaha di Barito Utara.

“Sosialisasi dan pencerahan kepada masyarakat ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat memicu konflik. Kami akan terus berupaya menekan potensi konflik agar pembangunan dan kegiatan ekonomi di Barito Utara dapat berjalan dengan aman dan kondusif,” pungkasnya.(lna/Aw)

image_print

Pos terkait