Cegah Karhutla Harus Dimulai dari Edukasi Masyarakat

 
Anggota DPRD Provinsi Kalteng Okki Maulana. (Media Dayak/ist)

 
Palangka Raya, Media Dayak 
 
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Okki Maulana, menegaskan bahwa upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalteng tidak cukup hanya dengan kesiapan sarana dan personel, namun harus dibarengi dengan sosialisasi dan edukasi yang berkelanjutan kepada masyarakat.
 
Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi faktor penentu dalam menekan potensi terjadinya karhutla, terutama di kawasan rawan seperti lahan gambut. Ia menyebut bahwa membakar lahan untuk pembukaan kebun secara tradisional masih menjadi kebiasaan sebagian masyarakat, sehingga perlu pendekatan persuasif agar perilaku ini bisa berubah.
 
“Pencegahan karhutla harus dimulai dari masyarakat. Perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi yang masif agar mereka memahami dampak buruk dari membakar lahan. Ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga soal kesehatan, ekonomi, dan masa depan anak-anak kita,” jelas Okki, Senin (30/6/2025)
 
Ia juga mendorong pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk menggandeng tokoh masyarakat, tokoh adat, serta perangkat desa dalam menyampaikan pesan-pesan pencegahan karhutla secara langsung kepada warga. Menurutnya, pendekatan berbasis kearifan lokal akan lebih mudah diterima dan dipatuhi oleh masyarakat di tingkat bawah.
 
Ia juga mengapresiasi langkah antisipatif yang dilakukan pemerintah provinsi melalui pembentukan Satgas Karhutla dan penyediaan peralatan pemadam. Namun, ia menekankan bahwa peran serta aktif masyarakat jauh lebih penting dalam mencegah terjadinya kebakaran sejak dini.
 
“Kita harus kolaboratif. Pemerintah, DPRD, aparat penegak hukum, dan masyarakat harus bersatu dalam upaya mencegah karhutla. Edukasi tidak boleh berhenti, terutama menjelang musim kemarau,” tambahnya.
 
Lebih lanjut, Okki mengingatkan bahwa dampak dari Karhutla bukan hanya merusak hutan dan lahan pertanian, tetapi juga menyebabkan gangguan pernapasan, menghambat aktivitas pendidikan, dan menurunkan kualitas hidup masyarakat secara umum. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk lebih peduli dan mengambil peran dalam menjaga lingkungan.
 
“Kalau bukan kita yang menjaga Kalteng, siapa lagi? Mari kita jaga bersama agar generasi mendatang masih bisa menikmati alam yang sehat dan lestari,” tutupnya.(Ytm/Lsn)