Capaian Vaksinasi Dosis 2 dan 3 di Gumas Jadi Sorotan

Sekda Yansiterson memberikan keterangan ke pewarta didampingi Kadis Kesehatan Arnold, Kepala BPBD Champili dan Kasatpol PP Salampak Haris. (Media Dayak/Ist)

Kuala Kurun, Media Dayak

Pemerintah pusat terus mendorong pemerintah provinsi, kabupaten/kota untuk gaspol pelaksanaan vaksinasi guna memutus rantai penyebaran Covid-19. Di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) vaksinasi terus digenjot, namun vaksinasi dosis dua dan tiga malah jadi sorotan.

“Menjadi sorotan, karena saat ini capaian vaksinasi dosis kedua baru mencapai 57 persen. Dosis ketiga atau booster 9 persen, sedangkan dosis pertama mencapai 87,04 persen,” ujar Sekretaris Daerah Gumas Yansiterson usai Rapat Koordinasi (Rakor) secara virtual terkait Persiapan Menghadapi Puasa dan Lebaran, Antisipasi Virus Deltacron serta Percepatan Vaksinasi Booster di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang dipimpin Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, Kamis (24/3).

Yans mengatakan, Pemkab Gumas berkomitmen menggenjot pelaksanaan vaksinasi dosis dua, tiga dan pertama disemua layanan kesehatan di Gumas. Sinergisitas semua pihak serta dukungan masyarakat sangat penting dalam mencapai target vaksinasi yang maksimal.

“Sebelum hari raya Idul Fitri 1443 hijriah, capaian vaksinasi di Kabupaten Gunung Mas diharapkan mencapai 70 persen lebih. Pemerintah Kabupaten Gunung Mas mengimbau masyarakat yang belum disuntik vaksin dosis pertama, kedua dan ketiga agar mengikuti vaksinasi. Vaksinasi penting untuk kesehatan dan keselamatan diri, keluarga dan masyarakat. Jangan disepelekan,” ungkap Yans didampingi Kadis Kesehatan Arnold, Kepala BPBD Champili dan Kasatpol PP Salampak Haris.

Mobilitas masyarakat menghadapi puasa dan lebaran juga menjadi perhatian. Pemkab Gumas bersama TNI/Polri bersinergi dalam pengendalian mobilitas masyarakat agar tidak terjadi kasus Covid-19. Masyarakat diminta mendukung upaya pemerintah dengan mengurangi mobilitas. Pembatasan mobilitas bulan puasa dan lebaran dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 dan vaksinasi.

“Pencegahan dan pemutusan rantai penyebaran Covid-19 tidak hanya tugas pemerintah. Masyarakat harus mendukung melalui penerapan protokol kesehatan Covid-19 dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. Kemerdekaan dari pandemi Covid-19 akan terwujud kala masyarakat bersama pemerintah dan stake holders bergandengan tangan, bersatu padu melawan keadaan yang ada,” tutur Yans.

Hal lain yang jadi perhatian, yakni pengendalian harga, distribusi dan ketersediaan sembilan bahan pokok masyarakat. Yans pastikan Pemkab Gumas bersama TNI/Polri akan memantau harga dan ketersediaan sembilan bahan pokok di pasar jelang puasa dan lebaran.

“Pengawasan dilakukan untuk memastikan harga kebutuhan pokok masyarakat terkendali. Tidak ada penimbunan kebutuhan pokok masyarakat serta pendistribusiannya aman dan lancar. Kita ingin bulan puasa dan Ramadhan berjalan dengan baik. Kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi serta kesehatan dan keselamatan masyarakat terjaga dengan baik melalui vaksinasi dan protokol kesehatan Covid-19,” demikian Yans mengakhiri. (Nov/Aw)