Camat Diminta Sering Turun ke Masyarakat

Ketua komisi I DPRD Gumas, Gumer. (Media Dayak/Novri JK Handuran)

Kuala Kurun, Media Dayak

Ketua komisi I DPRD Gunung Mas (Gumas) Gumer berharap camat se-Gumas bisa lebih sering turun ke masyarakat, bertemu masyarakat di wilayahnya dan mendengarkan apa yang menjadi keluhan dan masukan dari masyarakat kecamatan.

“Camat harus dekat dengan warganya dan menjalin komunikasi yang baik. Warga mendukung pelaksanaan pembangunan di kecamatan agar berjalan lancar demi kemajuan kecamatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Gumer saat dihubungi Jumat (29/4) melalui sambungan telepon.

Pria yang pernah menjadi ketua DPRD Gumas itu lebih lanjut mengatakan, hal penting yang dilakukan camat saat ini adalah memastikan pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak gelombang pertama tanggal 18-21 Mei 2022 berjalan dengan baik.

“Camat harus turun ke desa untuk melakukan pemantauan guna memastikan tahapan pemilihan kepala desa serentak gelombang pertama  tanggal 18-21 Mei 2022 terlaksana dengan aman dan lancar, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Partisipasi warga desa di pemilihan kepala desa serentak terakomodir dengan baik,” kata Gumer.

Selanjutnya menjelang hari raya Idul Fitri 1443 Hijriyah tahun 2022, camat bersama unsur pimpinan kecamatan lainnya diminta Gumer melakukan pemantauan arus mudik dan arus balik. Jangan sampai terjadi kasus Covid-19 akibat arus mudik dan arus balik lebaran. Pastikan warga yang masuk ke kecamatan tidak terpapar Covid-19.

“Warga yang pulang kampung untuk merayakan lebaran ataupun warga yang masuk ke kecamatan hendaknya sudah disuntik vaksin dosis pertama, kedua dan ketiga. Bersama kita cegah dan putus peredaran Covid-19 dengan suntik vaksin dan protokol kesehatan Covid-19,” tukas legislator tiga periode asal PDI Perjuangan itu.

Wakil rakyat dapil tiga Kecamatan Tewah, Kahayan Hulu Utara, Damang Batu dan Miri Manasa itu pun minta camat melakukan evaluasi terhadap serapan anggaran kecamatan di triwulan dua. Ia berharap serapan anggaran kecamatan di triwulan dua bisa mencapai 30 persen lebih.

“Camat jangan lamban mengeksekusi kegiatan di wilayahnya supaya anggaran terserap dengan baik. Kami (DPRD) berharap serapan anggaran di kecamatan triwulan dua dan triwulan seterusnya bisa optimal. Jangan sampai terjadi SILPA yang besar. Kalau terjadi (SILPA besar), itu membuktikan adanya ketidakmampuan dalam mengeksuksi kegiatan yang ada,” demikian Gumer mengakhiri. (Nov/Aw)