Bupati Katingan Pimpin Siraman Rohani Dihadapan 400 ASN Katingan 

Sekitar 400 kaum muslimin dan muslimat ASN lingkup Pemkab Katingan ikuti acara siraman rohani Agama Islam yang dipimpin Bupati Katingan Saiful, Kamis pagi hingga siang (14/8/2025) kemarin, di Pondopo Rujab Bupati Katingan .(Media Dayak/Ist)
 
Kasongan, Media Dayak 
 
Bertempat di Pondopo Rujab Bupati Katingan, Kamis pagi (14/8/2025) kemaren, Bupati Katingan, Saiful pimpin acara siraman rohani agama Islam di hadapan 400 lebih Aparatur Sipil Negara (ASN). 
 
Dalam acara siraman rohani tersebut, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten selaku panitia pelaksana pada pagi itu menghadirkan penceramah Abul Hamid/Edy Saputra. Sedangkan pejabat eselon II yang hadir diantaranya kepala PM dan PTSP H Hariawan, kepala Disdukcapil Sukarti dan Plt kepala BKPSDM Marjuni serta sejumlah pejabat eselon III dan III lainnya.
 
Bupati Katingan Saiful, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan siraman rohani yang digelar setiap bulannya ini bertujuan untuk pembinaan mental dan spiritual ASN di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan. 
 
Harapannya, kegiatan ini dapat memperkuat semangat keagamaaan dan kebersamaan diantara ASN serta meningkatkan etos kerja yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik. “Disamping itu memiliki disiplin dalam bekerja, disiplin waktu, administrasi dan taat aturan dan perundang-undangan,” harap orang nomor satu di Kabupaten berjuluk bumi Penyang Hinje Simpei ini. 
 
Di tempat yang sama, Ustadz Abdul Hamid/Edy Saputra dalam tausyiahnya menekankan pentingnya disiplin dalam menjalankan kewajiban sebagai umat Muslim. Salah satunya menjalankan  ibadah sholat lima waktu yang merupakan rukun kedua dari rukun Islam. 
 
Karena, ibadah sholat lima waktu dalam rukun Islam tersebut menurutnya, merupakan pondasi atau tiangnya agama Islam yang wajib dijalankan oleh umat yang beragama Islam. “Sehingga, ibadah sholat lima waktu dalam 1×24 jam ini tidak bisa ditawar-tawar lagi, tapi sudah menjadi kewajiban yang wajib dijalankan, meski dalam keadaan sakit sekalipun,” katanya. 
 
Selanjutnya dirinya menyebutkan, jika ASN dalam bekerja harus mengingat disiplin waktu, maka dalam menjalankan ibadah sholat juga harus disiplin waktu. Begitu pula, jika ASN  dalam bekerja harus mentaati semua aturan dan persyaratan, maka sholat pun ada aturan dan persyaratannya. “Oleh karena itu mari kita taati semua aturan dan persyaratan dalam menjalankan ibadah sholat lima waktu, disertai pula dengan disiplin waktu,” ajaknya. (Kas/Lsn)