Bupati : Kabupaten Kapuas Siap Menjadi Lumbung Pangan Nasional

Bupati Kapuas HM Wiyatno.(Media Dayak/ hmskmf)

Kuala Kapuas , Media Dayak

Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran didampingi Wakil Gubernur H. Edy Pratowo, Bupati Kapuas HM Wiyatno, Wakil Bupati Dodo, melaksanakan Panen Raya Padi  di Kecamatan Tamban Catur, Sabtu  (9/8).  Kegiatan ini menjadi bukti  nyata  sinergi  antara pemerintah pusat,  pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Unsur Forum Koordinasi  Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi  Kalteng  dan Kabupaten Kapuas, jajaran Pemprov  Kalteng, Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I Sangkai, jajaran Pemkab Kapuas, Camat Tamban Catur Rustamadji, Camat Kapuas Kuala Rahmadiansyah, Camat Bataguh Syuryadin, para Kepala  Desa di empat Kecamatan sekitar dan para Mahasiswa KKN dari UPR dan STAI Kapuas.

Dalam sambutannya, Bupati  Kapuas HM Wiyatno menyampaikan bahwa di hamparan sawah lokasi  kegiatan saat ini terdapat  339 hektare tanaman padi yang siap  panen. Desa Warnasari  sebagai tempat  pelaksanaan panen  raya, hanyalah sebagian kecil dari areal  sentra penyangga pangan bagi  Kalimantan Tengah yang  dapat  disumbangkan oleh Kabupaten Kapuas.

Bupati  menambahkan bahwa Kecamatan Tamban Catur merupakan salah satu  sentra produksi  padi di Kabupaten Kapuas dengan luas  tanam 4.954  hektare. Dari luasan tersebut,  diperkirakan menghasilkan 15.460  ton gabah kering  giling atau setara 10.049  ton beras,  dengan indeks  pertanaman menuju  200 dan didominasi varietas padi siam lokal serta padi unggul.

Kabupaten Kapuas, sebagai salah satu  lokasi  yang  ditunjuk  dan  disiapkan pemerintah pusat,  diharapkan dapat  memberikan kontribusi  signifikan terhadap target swasembada pangan nasional. Berdasarkan data  dari ATR/BPN, Kabupaten Kapuas memiliki luas  lahan  baku  sawah mencapai 45.012  hektare.  Pada tahun 2025, target luas tanam adalah 80.000  hektare, dan hingga saat ini telah tercapai 62.377,4 hektare atau 78 persen dari target.

Program strategis yang  tengah dijalankan adalah optimalisasi lahan  (Oplah) pertanian dengan alokasi 2.990  hektare, serta cetak sawah rakyat seluas 40.799 hektare. Oplah bertujuan  meningkatkan indeks  pertanaman dan produktivitas melalui pembangunan tata air mikro, sedangkan cetak sawah rakyat menambah luas baku sawah di Kabupaten Kapuas.

Khusus di Kecamatan Tamban Catur, hingga 7 Agustus 2025,  realisasi tanam mencapai 68 persen  atau  4.954  hektare  dari target  7.200  hektare.  Bupati mengajak para petani, penyuluh  pertanian lapangan, dan dinas terkait untuk bekerja lebih keras guna mencapai target yang  telah ditetapkan.

Pada tahun  2025, pemerintah telah menyalurkan bantuan alat  dan mesin  pertanian, di antaranya 25 unit combine harvester  dan 10 unit rotavator yang  telah didistribusikan kepada brigade pangan  dan  kelompok   tani  di  wilayah Kabupaten Kapuas.  Bantuan ini  diharapkan dapat   dimanfaatkan optimal   untuk mendukung program pangan nasional.

Wiyatno juga  menyampaikan bahwa Kabupaten Kapuas mengalami surplus produksi beras lebih dari 50 persen dari total produksinya, dan menjadi kontributor terbesar penyediaan pangan di Kalimantan Tengah. Berdasarkan data tahun 2024, Kabupaten Kapuas menyumbang 51.765  ton beras atau 23 persen dari total kebutuhan beras di Kalimantan Tengah.

“Prestasi ini patut  kita apresiasi dan  terus kita tingkatkan. Dengan  ketekunan, tekad  yang  kuat, serta  kerja sama semua pihak,  kita mampu mewujudkan program  swasembada pangan nasional. Semoga kolaborasi antara pemerintah pusat  dan daerah  dapat  memaksimalkan potensi  lahan  yang  kita miliki demi kesejahteraan masyarakat, sehingga Kabupaten Kapuas semakin dikenal  sebagai lumbung pangan, tidak hanya di tingkat  provinsi,  tetapi juga  nasional,” ujar Bupati.(hmskmf/Lsn)