Bupati Janji Akan Memperbaiki Sarana dan Prasarana Pendidikan

Bupati Kabupaten Mura, Perdie M Yoseph saat meninjau ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) Satu Atap di Kecematan Laung Tuhup belum lama ini.(Media Dayak/Lulus Riadi)
Puruk Cahu, Media Dayak
Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Mura) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan gencar-gencarnya melakukan pembangunan sarana dan prasarana dibidang pendidikan.
Namun, meskipun hal itu sudah dilakukan. Akan tetapi masih terdapat sebagian sekolah yang masih sangat memprihatikan, salah satunya sekolah menengah pertama (SMP) Satu Atap di Kecamatan Laung Tuhup.
Hal itu terdapat pada saat kunjungan Bupati Kabupaten Mura, Perdie M Yoseph dalam rangka meninjau dan bertatap muka dengan pelajar dan guru di SMP Satap.
Dalam kunjungan yang dilakukan belum lama ini, Bupati tersebut menyambangi pelajar yang melakukan proses belajar di kelas, di mana saat itu ia memotivasi agar pelajar terus mengenyam pendidikan meskipun dalam keterbatasan.
“Jangan patah semangat bersekolah, baik itu karena fasilitas sekolah yang minim, guru yang sedikit atau bahkan jarak antara tempat tinggal dan sekolah yang jauh,” Kata Bupati Perdie, Senin (18/3).
Bupati mengingatkan pendidikan begitu penting untuk menjadi modal dasar menggapai masa depan, serta menyadari bahwa fasilitas sekolah di SMP satu atap Laung Tuhup sangat terbatas, termasuk jumlah guru, namun hal itu jangan menjadi halangan untuk bersekolah, bahkan agar dijadikan sebuah tantangan biar lebih semangat meskipun dalam situasi yang sulit.
Bupati berjanji pihaknya terus memberikan perhatian dengan membenahi sarana dan prasarana pendidikan khususnya yang ada di pedalaman termasuk terus menambah jumlah tenaga pengajar.
“hal itu tidak bisa dilakukan sekaligus. Harus bertahap, oleh sebab itu pelajar diminta jangan sampai merasa tidak diperhatikan, sebab pemerintah konsisten dalam memperhatikan masalah pendidikan,” Ujar orang nomor satu di Bumi Tana Malai Tolung Lingu itu.
Ketika itu Bupati juga bercerita bahwa semasa dirinya bersekolah, kendala dan tantangan yang dihadapi bahkan lebih sulit, dengan kondisi sekolah yang sangat memprihatinkan, guru yang sangat sedikit ditambah akses ke sekolah yang jauh dengan medan yang cukup sulit.(LUS/Lsn)