Bupati Hj. Nurhidayah : Perempuan Kobar Harus Jadi Inspirasi Generasi Mendatang

Bupati Kobar Hj. Nurhidayah saat memberikan hadiah kepada pemenang saat acara puncak peringatan Hari Kartini ke-147, di Aula Kyai Gede, Kantor Bupati Kobar, Selasa (21/4) (Media Dayak/Ist)
Pangkalan Bun, Media Dayak
Semangat emansipasi perempuan terus disuarakan dalam puncak peringatan Hari Kartini ke-147 di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Momentum ini tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi ajakan kuat bagi perempuan untuk tampil sebagai penggerak perubahan lintas generasi. Acara digelar di Aula Kyai Gede, Selasa (21/4).
Bupati Kobar, Nurhidayah, hadir bersama jajaran perangkat daerah, organisasi wanita, serta berbagai elemen masyarakat yang turut memeriahkan kegiatan tersebut. Suasana berlangsung khidmat namun sarat semangat, mencerminkan tekad bersama dalam melanjutkan perjuangan R.A. Kartini.
Mengusung tema “Semangat Kartini, Inspirasi Lintas Generasi”, peringatan ini dinilai relevan dengan kondisi saat ini, di mana peran perempuan semakin strategis dalam berbagai sektor kehidupan. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan Kartini tidak berhenti di masa lalu, tetapi harus terus dilanjutkan dalam bentuk nyata di era modern.
Dalam sambutannya, Bupati Nurhidayah menegaskan pentingnya menjaga dan mengembangkan nilai-nilai perjuangan Kartini, seperti kesetaraan, keadilan, dan pemberdayaan perempuan.
“Melalui momentum ini, saya mengajak seluruh perempuan di Kabupaten Kotawaringin Barat untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat peran dalam keluarga dan masyarakat, serta berani menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan yang ditampilkan juga mencerminkan kiprah aktif perempuan, mulai dari penampilan seni hingga pemberian apresiasi kepada perempuan berprestasi di berbagai bidang. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan Kobar memiliki potensi besar yang terus berkembang.
Lebih dari itu, peringatan Hari Kartini ini menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat komitmen dalam mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan secara berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah daerah, organisasi wanita, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif.
“Mari kita jadikan semangat Kartini sebagai energi untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi dalam pembangunan daerah menuju Kotawaringin Barat yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan,” tutupnya. (MMC Kobar/Rd/Lsn/Aw)