Bupati Gumas dan 3 Pejabat Disuntik Vaksin Covid-19

Bupati Gumas Jaya Samaya Monong mendapat suntikan vaksin Covid-19.(Media Dayak/Novri JK H)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong (JSM) mendapat suntikan vaksin Covid-19. Selain JSM, pejabat yang mendapatkan suntikan vaksin Covid-19, yakni Wakil Ketua I DPRD Gumas Binartha, Kapolres Gumas AKBP Rudi Asriman, SIK dan Ketua Pengadilan Agama Kelas II Kuala Kurun Muchamad Misbachul Anam.

Penyuntikan dilakukan pada kegiatan kick off vaksinasi Covid-19 Kabupaten Gumas di UPT Pukesmas Kelurahan Tampang Tumbang Anjir, Kecamatan Kurun, Senin (1/2).

“Puji Tuhan, kegiatan berjalan lancar. Saya sudah disuntik, dan saya tidak merasakan efek atau gejala apapun setelah disuntik, rasanya aman,” ucap Jaya selepas kegiatan.

Bupati lebih lanjut menyatakan vaksinasi Covid-19 bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19, mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (herd immunity), melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyuluh, serta menjaga produktifitas dan meminimalkan dampak sosial dan ekonomi.

Orang nomor satu di Gumas itu mengajak seluruh tenaga kesehatan dan petugas pelayan publik di Kabupaten Gumas yang menerima layanan vaksinasi periode Januari – April 2021 serta seluruh masyarakat Kabupaten Gumas yang berusia 18 – 59 tahun, pada saatnya nanti supaya tidak ragu dan siap untuk divaksin.

“Vaksin yang disiapkan pemerintah sudah dilakukan uji klinik, dan diterbitkan Emergency Use Authorization (EUA) oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan sertifikat halal oleh MUI, sehingga untuk kualitas keamanan dan kehalalan vaksin terjamin,” terang Jaya.

Kadis Kesehatan Gumas dr Maria Efianti dalam laporannya menyampaikan data sebaran Covid-19 di Kabupaten Gumas per 1 Februari 2021, yakni jumlah terkonfirmasi 353 orang, sembuh/ selesai isolasi 273 orang, dirawat 73 orang dan meninggal 7 orang.

“Melalui vaksinasi, dapat meningkatkan kekebalan individu dan kelompok di masyarakat (herd immunity), serta menjaga kesehatan masyarakat sehingga dapat memutuskan mata rantai penularan Covid-19,” kata Maria. (Nov/Aw)