Bupati Ajak Warga Ikut Berpartisipasi dalam Kegiatan Rapid Test Massal

SERAHKAN MASKER-Kapolres Barito Utara AKBP Dodo Hendro Kusuma bersama Dandim 1013 Muara Teweh Letkol Kav Rinaldi Irawan menerima masker dari Kapolda Kalteng, Kamis (1/10) pada acara Bakti Kesehatan di Pasar Pendopo Muara Teweh. (Media Dayak: Lana)

Muara Teweh, Media Dayak

Pandemi Covid-19 saat ini telah berdampak luas terhadap seluruh sendi kehidupan rakyat dan penyelenggaraan negara. Pandemi tersebut memberikan ancaman yang sangat serius terhadap keselamatan rakyat, perekonomian negara dan rumah tangga, serta kesejahteraan rakyat.

Perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Barito Utara (Barut) semakin hari semakin meningkat kasusnya sampai dengan tanggal 28 September 2020, terdapat 289 kasus Covid-19 yang tersebar di 7 (tujuh) kecamatan dan 17 desa.

Dengan jumlah yang dinyatakan sembuh sebanyak 205 orang, pasien positif dalam perawatan 72 orang dan jumlah yang meninggal dunia mencapai 12 jiwa. Sedangkan data kontak erat sebanyak 1.093 orang, jumlah orang yang diperiksa swab 1.499 orang dengan hasil swab negatif sebanyak 1.210 orang.

“Dalam rangka deteksi dini dan penanggulangan pandemi covid-19 di Kabupaten Barito Utara, Gubernur Kalteng memberikan perhatian khusus kepada Barito Utara, sehingga pada hari ini kita melaksanakan rapid test massal dengan target sebanyak-banyaknya,” kata Bupati Nadalsyah melalui Wabup Sugianto Palana Putra dalam sambutannya, dalam kegiatan rapid test massal, Kamis (1/10) di Pasar Pendopo Muara Teweh.  

Hal ini jelas Wabup, untuk mengetahui sejauhmana penularan pandemi Covid-19 di Kabupaten Barito Utara. “Untuk itu saya mengajak semua warga Muara Teweh agar bisa berpartisipasi dalam kegiatan rapid test massal ini yang dilaksanakan secara gratis ini,” jelasnya Wabup membacakan sambutan Bupati.

Dikatakannya, dalam situasi seperti ini kita semua harus bergotong-royong untuk memerangi wabah virus tersebut, karena kalau bukan kita semua yang melakukan dan mencegahnya mau siapa lagi. Pemerintah hanya bisa memberikan himbauan kepada kita semua dan selebihnya kita masing-masinglah yang harus berupaya mencegah dan menyadari bahwa virus ini memang berbahaya.

“Coba kita bayangkan jika virus tersebut ternyata menyerang anggota keluarga kita, apa kita siap menerima kenyataan tersebut,“ Memang pada dasarnya sesuatu apapun yang ada di muka bumi ini adalah ciptaan Tuhan, tetapi kitapun harus selalu berusaha menghindari apapun yang bisa membahayakan untuk diri kita sendiri sebagai bentuk ikhtiar kita kepada-Nya,” kata Sugianto panala Putra.(lna/rsn)