Bukit Batu Ditetapkan Sebagai Objek Wisata Spiritual

Kepala Disbudparpora Kabupaten Katingan; Risnaduar

Kasongan, Media Dayak

Bukit Batu yang kini lebih dikenal dengan nama petapaan pahlawan Nasional Tjilik Riwut, terletak di Jl Tjilik Riwut KM 11 kelurahan Kasongan Lama kecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Objek wisata tersebut telah ditetapkan sebagai objek wisata sprititual,” kata kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Katingan Drs Risnaduar M.AP, Senin (26/7), di ruang kerjanya.

Menurut Risnaduar, objek wisata Bukit Batu ini merupakan satu-satunya diantara puluhan objek wisata yang selain dikenal luas, baik lokal maupun regional.

“Bukit Batu selalu dikunjungi para wisatawan, lokal dan regional, bahkan luar daerah setiap harinya. Ini juga memberi pemasukan terbesar dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari puluhan objek wisata lainnya di bumi Penyang Hinje Simpei ini,” terangnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap objek wisata ini setiap tahunnya bisa diberikan anggaran untuk meningkatkan desainnya lagi. Baik dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan maupun dari Pemerintah Provensi (Pemprov) Kalteng serta dari Pemerintah Pusat.

Untuk masa pandemi covid-19 yang sudah berlangsung hampir dua tahun ini saja, objek wisata tersebut masih bisa menghasilkan PAD sebanyak 10 persen dari yang ditargetkan oleh Pemkab setempat. “Apalagi di situasi normal,” aku mantan sekretaris Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) ini.

Adapun jarak dan waktu menuju dari Kota Palangka Raya sebagai ibukota Provinsi Kalteng ke objek wisata yang areanya include dengan are Kebun Raya Katingan (KRK)  itu, menurutnya sekitar 80 KM, dengan waktu tempuh berkisar antara 60 hingga 90 menit. Sedangkan jika dari Kasongan, hanya berjarak sekitar 12 KM, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit pulang-pergi (PP).

Terkait dengan fasilitas atau sarana dan prasarana yang sudah dianggarkan untuk desain serta berbagai kelengkapan di objek wisata tersebut, untuk sementara ini sudah lumayan cukup. Seperti gazebo, panggung, pendopo dan lain sebagainya.

“Namun, ke depannya kami masih perlu memprogramkan lagi. Sehingga, objek wisata yang letaknya di jalan Trans Kalimantan ini benar-benar menjadi objek wisata yang tidak hanya dikenal dan dikunjungi oleh wisatawan lokal dan regional saja, tapi juga dari mancanegara,” harap Kepala Dinas yang murah senyum ini. (Kas)