Bukan Sekadar Serapan Anggaran, DPRD Kalteng Tekankan Manfaat Nyata APBD 2025

Anggota DPRD Provinsi Kalteng Ampera AY Mebas. (Media Dayak/Ist)
Palangka Raya, Media Dayak
DPRD Kalteng menegaskan keberhasilan pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 tidak hanya diukur dari tingginya serapan anggaran. Yang lebih penting, setiap program yang dibiayai APBD harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendorong pembangunan daerah.
Anggota DPRD Kalteng, Ampera AY Mebas, mengatakan pembahasan pertanggungjawaban APBD 2025 akan dilakukan secara menyeluruh. DPRD tidak hanya mencermati besaran Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA), tetapi juga akan menelusuri faktor-faktor yang menyebabkan munculnya sisa anggaran tersebut.
Menurutnya, SiLPA yang terbentuk karena efisiensi penggunaan anggaran masih dapat dipahami sebagai bagian dari tata kelola keuangan yang baik. Namun, apabila sisa anggaran muncul karena program yang tidak terlaksana atau realisasi kegiatan yang tidak maksimal, hal tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius.
“Kalau nanti SiLPA ternyata besar, tentu harus kita teliti lebih mendalam. Kita ingin mengetahui apakah itu murni karena efisiensi atau justru ada program yang tidak terlaksana sebagaimana mestinya,” ungkapnya, Rabu (1/7/2026).
Ampera menilai evaluasi terhadap APBD harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga realisasi anggaran. Dengan begitu, setiap kendala yang menghambat pelaksanaan program dapat diidentifikasi dan menjadi bahan perbaikan pada tahun anggaran berikutnya.
Ia menambahkan, DPRD akan mencermati seluruh komponen laporan keuangan daerah agar penggunaan anggaran benar-benar berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran. Dikatakannya, pembangunan yang berhasil bukan hanya tercermin dari tingginya penyerapan anggaran, tetapi juga dari dampak yang dirasakan masyarakat.
“Kalau di luar faktor efisiensi, berarti ada yang perlu dikaji. Bisa saja perencanaannya sudah dibuat, tetapi pelaksanaannya tidak berjalan maksimal. Itu yang harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Ampera berharap seluruh perangkat daerah terus memperkuat kualitas perencanaan dan pelaksanaan program sehingga anggaran yang dialokasikan dapat memberikan hasil yang optimal bagi masyarakat.
“Yang kami inginkan bukan sekadar serapan anggaran yang tinggi, tetapi anggaran itu benar-benar menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu seluruh proses, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, harus berjalan secara optimal dan akuntabel,” pungkasnya.(Ytm/Lsn)