Buka FGD, Staf Ahli Gubernur Mendorong Solusi Pola Kemitraan Kebun Sawit Berkelanjutan di Kalteng 

Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko saat menyampaikan sambutan, Selasa (12/9/2023.)(Media Dayak/MMC Kalteng)

Palangka Raya, Media Dayak

Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng membuka secara resmi Focus Group Discussion (FGD) “Mendorong Solusi Pola Kemitraan Kebun Sawit Berkelanjutan di Kalteng”, bertempat di Swiss-Belhotel Danum, Selasa (12/9/2023).

Yuas Elko saat membacakan sambutan tertulis Sekda menyampaikan pada sektor perkebunan, kelapa sawit masih menjadi bagian primadona selain batu bara dan perikanan. Perkebunan kelapa sawit memasuki tahun 2020 – 2021 dari data dihimpun, seluas 3,9 juta hektar dengan jumlah 333 unit perusahaan. 

Berdasarkan sumber dari Kompas-7 Juli 2023, lahan yang beroperasi baru seluas, 1,13 juta hektar.

“Kendati demikian, masih berbanding terbalik dengan luasan perkebunan sawit berbasis masyarakat yang mempunyai luasan 380 ribu hektar.  Maka, dapat diartikan perspektif kesejahteraan masyarakat disekitar kebun masih dibawah harapan dan perihal ini menjadi salah satu pemicu maraknya tuntutan bangun pola kemitraan melalui pengadaan plasma 20% dari masyarakat pada perusahaan perkebunan sawit,” tutur Yuas.

Lebih lanjut disampaikan, terakhir yang sempat mengemuka dan jadi sorotan publik luas yakni pada Juli 2023 lalu, dimana aksi tuntutan masyarakat Desa Suka Mandang dan Ayawang, Kecamatan Seruyan Tengah tentang menagih janji 20 persen plasma pada perusahaan PT BJAP, Kabupaten Seruyan. 

Dari rangkaian kejadian tersebut, dikhawatirkan akan meluas, mulai tuntutan mengarah ke konflik sosial di Kalteng. Hal ini, tentunya memperburuk citra dan ketidak nyamanan investasi perkebunan kelapa sawit di wilayah setempat.

Diungkapkan Yuas, berkenaan hal tersebut, Pemprov Kalteng menganggap penting FGD ini yang didukung oleh Sawit Watch lembaga LIO (Lewu Itah Organization), melaksanakan FGD guna menemu kenali akar masalah dan merumuskan solusi yang dapat mengoptimalisasi penanganan pola kemitraan kebun sawit. 

“Besar harapan dari pertemuan dapat ini dapat menentukan dan menyepakati langkah-langkah strategis sebagai panduan para pihak. Selain itu, melalui pertemuan ini dapat mendukung arah kebijakan, baik ditingkat Nasional, provinsi sampai Kabupaten/Kota di Kalteng,” pungkasnya (MMC/Ytm/Lsn)