BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Disnakertrans Kalteng Sosialisasikan Program dan Manfaat Jamsostek kepada Disabilitas

Disaksikan Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Palangka Raya Budi, Kepala Disnakertrans Provinsi Kalteng Farid Wajdi menyerahkan bingkisan kepada perwakilan yang hadir, Kamis (30/5/2024).(Media Dayak/ist)
Palangka Raya, Media Dayak 
BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palangka Raya bersama Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalteng melakukan sosialisasi manfaat program dan IJC (Inclusive Job Centre) BPJS Ketenagakerjaan kepada PPDI (Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia) Provinsi Kalteng, Kamis (30/5/2024).
 
Bertempat di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Palangka Raya, kegiatan ini dihadiri Kepala Disnakertrans Provinsi Kalteng Farid Wajdi, Direktur RS Primaya Betang Pambelum, dr Adrian Husada dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Palangka Raya Budi Wahyudi. 
 
Selain itu hadir pula Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Abraham OB Arongeardr, Ketua DPD PPDI Prov Kalteng Junia Rendi, Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia  Syamsiah dan para penyandang disabilitas di Provinsi Kalteng.
 
Kepala Disnakertrans Provinsi Kalteng Farid Wajdi menjelaskan bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai program pemerintah tentunya memandang bahwa tidak ada perbedaan bagi penyandang disabilitas ataupun tidak untuk memperoleh manfaat program dari BPJS Ketenagakerjaan.
 
“Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan harus mencakup seluruh masyarakat pekerja, termasuk difabel, Saat ini di Disnakertrans terdapat Unit Layanan Disabilitas (ULD) yang nantinya akan menjadi wadah bagi rekan rekan penyandang disabilitas dalam memperoleh pelayanan terutama pada bidang ketenagakerjaan,” ujar Farid.
 
Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Palangka Raya Budi Wahyudi  menambahkan Kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya memberikan pemahaman mengenai Program dan Manfaat BPJS Ketenagakerjaan yang juga bisa diperoleh para penyandang disabilitas sebagai warga negara dan pekerja Indonesia, baik yang bekerja di sektor formal maupun informal, termasuk program IJC (Inclusive Job Centre) yang nantinya akan bekerjasama dengan ULD (Unit Layanan Disabilitas) Disnakertrans Provinsi Kalteng  
 
“Harapan ke depannya, para penyandang disabilitas memiliki hak yang setara untuk bekerja baik di sektor formal maupun di sektor informal dan mendapatkan perlindungan yang sama terutama pada jaminan sosial  Ketenagakerjaan,”ucap Budi.
 
Ditempat yang sama, Direktur RS Primaya Betang Pambelum, dr Adrian Husada menyampaikan dalam sambutannya bahwa Primaya juga mendukung rekan rekan  disabilitas untuk dapat bekerja seperti teman-teman yang normal, di RS Primaya pun kami mempekerjakan penyandang disabilitas, bahkan karyawan disabilitas tersebut merupakan karyawan terbaik saat ada pemilihan karyawan terbaik 2023.
 
“Primaya juga akan memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan kepada 100 pekerja disabilitas selama 3 bulan, yang merupakan CSR dari Primaya dengan skema konversi dari jumlah tanda tangan yang diberikan oleh pengunjung RS pada periode perayaan ulang tahun RS Primaya yang ke enam,” tutup dr Adrian.(Rls/Ytm/Lsn)
 
image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait