BPBD Kembali Menggelar Apel Siaga Karhutla

module: a; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Night; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 80.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~25: 0.0;
Kalaksa BPBD Kabupaten Katingan, Markus.(Media Dayak/Ist)
Kasongan, Media Dayak 
Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Katingan, kembali akan menggelar apel siaga penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kalau beberapa waktu lalu, tempatnya di wilayah Kecamatan Mendawai dan di Kecamatan Kamipang, sedangkan yang akan dilaksanakan nanti di wilayah Kecamatan Katingan Hilir. “Tepatnya di halaman kantor Bupati Katingan,” kata kepala pelaksana (kalaksa) BPBD Kabupaten Katingan, Markus kepada sejumlah awak media, Jum’at siang (5/7/2024) kemaren, di ruang kerjanya. 
 
Dalam kegiatan apel siaga karhutla tersebut, yang bertindak sebagai inspektur upacara (irup) nantinya menurut pimpinan OPD murah senyum ini, jika tidak berhalangan akan dipimpin oleh Penjabat (Pj) Bupati Katingan, Saiful.

Bacaan Lainnya
 
Selanjutnya, mengenai sarana dan prasarana (sarpras) serta sejumlah fasilitas untuk kegiatan tersebut nantinya menurutnya, sudah dipersiapkan dengan lengkap. Seperti armada damkar beserta damkarnya sebanyak 4 unit. Begitu pula dengan personilnya, yang ikut serta dalam kegiatan tersebut, dengan jumlah tidak kurang dari 150 personil. Diantaranya, puluhan personil BPBD, Satgas Damkar Kecamatan Katingan Katingan Hilir, Masyarakat Peduli Api (MPA), personil Kodim 1019/Katingan, Polres Katingan, Polsek Katingan Hilir, Satpol PP dan Damkarmat dan puluhan instansi vertikal lainnya yang ada hubungannya dengan penanggulangan karhutla. 
 
Adapun tujuan digelarnya siaga karhutla dimaksud menurutnya untuk mengantisipasi dan menindaklanjuti karhutla di musim kemarau pada Agustus hingga Oktober 2024 mendatang. “Sehingga, ketika daerah kita dilanda musibah kebakaran, baik di dalam hutan maupun di lahan-lahan milik masyarakat, BPBD dan instansi terkait lainnya bisa sesegera mungkin melakukan pemadaman,” kata Markus.

Bahkan, sebelum terjadinya karhutla, di dalam kegiatan nanti, BPBD menurutnya akan memberikan edukasi tentang pencegahan karhutla. Pasalnya, mencegah lebih baik dari pada melakukan pemadaman ketika api sudah terjadi.  “Pencegahan ini erat hubungannya dengan harapan kita agar tidak membakar lahan dengan sembarangan,” terangnya. 

Karena, kalau terjadi karhutla yang sudah membesar, yang menderita kerugian bukan hanya pemkab Katingan saja, tapi akan berdampak pula kerugian terhadap masyarakat. Dampaknya, dikhawatirkan banyak masyarakat menderita penyakit infeksi saluran pernafasan akut atau ispa, lantaran asap mengepul di mana-mana. “Dampak lainnya, terganggunya transportasi, baik darat, laut maupun lewat udara (penerbangan),” sebut mantan Kabag Protokol di Setda Katingan ini. (Kas/Lsn)
 

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait