BPBD Gelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Mendawai

Kalaksa BPBD Kabupaten Katingan, Markus didampingi Camat Mendawai, Nocolas, saat memeriksa sarana dan prasarana damkar serta fasilitas lainnya yang ada di Kecamatan Mendawai, Sabtu pagi (22/6/2014), usai memimpin apel apel kesiapsiagaan karhutla.(Media Dayak/list)
Kasongan, Media Dayak 
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Katingan, gelar apel kesiapsiagaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Sabtu pagi (22/6/2024) di halaman kantor Kecamatan Mendawai Kabupaten Katingan. 

Apel tersebut dipimpin langsung oleh kepala pelaksana (kalaksa) BPBD Kabupaten Katingan, Markus. Sedangkan yang hadir selain jajaran BPBD Kabupaten Katingan, juga Camat Mendawai, Nicolas beserta jajarannya, puluhan Masyarakat Peduli Api (MPA) di Kecamatan setempat, karyawan PT RMU dan TNI – Polri, yang keseluruhannya berjumlah sekitar 80 orang. 

Bacaan Lainnya

Pj Bupati Katingan, Saiful dalam sambutan tertulis yang dibacakan kalaksa BPBD setempat, Markus mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada unsur forkopimca dan kepada seluruh peserta apel siaga pada pagi itu.

Dengan momen tersebut dirinya berharap dapat meningkatkan koordinasi dan sinergiritas dalam upaya pencegahan serta penanggulangan karhutla di Kabupaten Katingan. “Melalui apel ini, akan terjalin semangat kebersamaan terhadap seluruh pemangku kepentingan,” katanya. 

Seperti kita ketahui bersama, bahwa karhutla menurutnya, dapat berdampak negatif yang luar biasa, seperti kerusakan ekologi, menurunnya keanekaragaman hayati, perubahan iklim serta dapat menimbulkan asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat serta mengganggu aktivitas transportasi. “Bukan saja mengganggu transportasi di darat, tapi juga di laut dan di udara,” terangnya. 

Bahkan, seperti di tahun-tahun yang lalu, lanjutnya, kita pernah merasakan dampak yang sangat buruk dari karhutla tersebut. Yaitu, selain menyebabkan kerugian material berupa terbakarnya sejumlah lahan produktif dan kawasan hutan, termasuk lahan gambut yang mestinya terjaga kondisi tutupannya, juga menyebabkan merebaknya berbagai jenis penyakit. Khususnya infeksi saluran pernafasan akut (ispa), serta terganggunya berbagai aktivitas kehidupan. 

Agar kejadian di tahun-tahun yang lalu itu tidak terulang lagi di tahun 2024 ini, dirinya berharap kepada masyarakat Katingan dan kepada kita semua agar terus bersiaga dan waspada, dengan cara meningkatkan antisipasi berbagai kemungkinan sedini mungkin. “Sehingga’ peristiwa karhutla tidak terjadi lagi di bumi Penyang Hinje Simpei ini,” harapnya. (Kas/Lsn)

  

 
 

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait