BMKG Resmikan Radar Cuaca C-Band Muara Teweh, Perkuat Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Mewakili Kepala BMKG Pusat Michael Andreas Puroadi potong pita saat meresmikan dan mengoperasikan Radar Cuaca C-Band Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, Senin (10/8/2026).(Media Dayak: Dok Pribadi)
Muara Teweh, Media Dayak
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi meresmikan dan mengoperasikan Radar Cuaca C-Band Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, Senin (10/8/2026). Kehadiran radar ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jaringan observasi cuaca nasional sekaligus meningkatkan layanan informasi meteorologi di wilayah Kalimantan Tengah bagian utara.
Kepala Balai III BMKG, I Kadek Oca Santika, menyampaikan bahwa pembangunan Radar Cuaca Muara Teweh merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas dan ketersediaan data pengamatan atmosfer di wilayah Kalimantan Tengah dan kawasan sekitarnya.
“Pembangunan radar cuaca ini dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas dan ketersediaan data pengamatan atmosfer di wilayah Kalimantan Tengah,” ujar I Kadek Oca Santika dalam laporan pada peresmian Kantor BMKG Barito Utara, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, pembangunan radar tersebut mendapat dukungan pendanaan melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun Anggaran 2025. Dukungan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur pelayanan publik, khususnya di bidang meteorologi.
Radar Cuaca C-Band Muara Teweh memiliki jangkauan pengamatan sekitar 200 kilometer. Dengan cakupan tersebut, radar dapat memberikan gambaran kondisi atmosfer di wilayah yang luas, termasuk memantau pertumbuhan awan, intensitas curah hujan serta pergerakan awan yang berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem.
I Kadek juga menjelaskan, keberadaan radar tersebut juga memiliki posisi strategis karena dapat mendukung kebutuhan informasi cuaca untuk wilayah Kalimantan Tengah bagian utara serta kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Radar cuaca ini digunakan untuk mendukung IKN dan wilayah penyangganya. Jaringan observasi radar cuaca ini diharapkan dapat mengisi kekosongan data meteorologi dari sisi pengamatan cuaca,” jelasnya.
Sementara itu, dalam sambutan yang mewakili Kepala BMKG Pusat Michael Andreas Puroadi, disampaikan bahwa radar cuaca merupakan salah satu instrumen penting dalam sistem observasi atmosfer dan peringatan dini cuaca.
Melalui teknologi radar, BMKG dapat memantau kondisi awan dan awan hujan, intensitas curah hujan, pergerakan serta pertumbuhan awan hingga kondisi atmosfer yang berkaitan dengan potensi cuaca ekstrem.
“Dengan cakupan pemantauan yang luas dan beresolusi tinggi, radar ini diharapkan dapat memperkuat layanan BMKG agar semakin cepat, tepat, akurat, luas dan mudah dipahami masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berharap keberadaan radar tersebut dapat mempercepat penyampaian informasi cuaca dari Kantor Meteorologi Muara Teweh kepada pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.
Muara Teweh dinilai memiliki posisi strategis karena berada di bagian hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito serta menjadi salah satu wilayah penting di Kalimantan Tengah bagian utara. Berbagai aktivitas masyarakat, transportasi, pertambangan, perkebunan, kehutanan hingga kesiapsiagaan bencana membutuhkan dukungan informasi cuaca yang cepat dan andal.
“Dengan adanya radar ini, saya harapkan kantor meteorologi di Muara Teweh dapat memberikan informasi dengan lebih cepat kepada pemerintah daerah dan stakeholder lainnya,” katanya.
Secara nasional, pembangunan Radar Cuaca C-Band Muara Teweh juga menjadi bagian dari upaya BMKG memperkuat jaringan observasi cuaca. Hingga saat ini, BMKG telah membangun radar cuaca di sekitar 46 lokasi di Indonesia dan jumlah tersebut secara bertahap akan terus ditambah untuk memperluas cakupan pengamatan.
Dengan beroperasinya Radar Cuaca C-Band Muara Teweh, BMKG diharapkan semakin mampu memberikan informasi meteorologi yang cepat dan akurat serta memperkuat sistem peringatan dini terhadap potensi bencana hidrometeorologi di Kalimantan Tengah dan wilayah sekitarnya.(Lna/Aw)