Bibit Sawit Berkualitas Dukung Program Peremajaan Perkebunan Sawit

PEREMAJAAN SAWIT-Plt Kepala Dinas Pertanian Barito Utara Syahmiludin A Surapati bersapa para pekebun sawit ketika berada di lokasi peremajaan perkebunan sawit, Minggu (10/1/2021) kemarin. (Media Dayak:Distan Barut)

Muara Teweh, Media Dayak

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara (Barut) melalui Dinas Pertanian (Distan) setempat, terus melakukan pembinaan kepada para petani di daerah ini, baik petani lainnya maupun perkebunan sawit.

Untuk program peremajaan sawit sendiri saat ini berada di dua lokasi pembibitan sawit yang ikut mendukung program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Kabupaten Barito Utara yang ada di Desa Pandran Jari dan Desa Trinsing Kecamatan Teweh Selatan. 

Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara Syahmiludim A Surapati, Senin (11/1/2021) mengatakan kegiatan pembibitan dilakukan secara teknis dan terencana yang saat ini kondisinya sudah berjalan baik. 

“Semoga dari hasil sertifikasi bibit oleh Balai Perlindungan Perkebunan dan Pengawasan Benih Provinsi Kalteng nantinya akan banyak bibit sawit yang lolos uji dan dinyatakan layak untuk bisa ditanam di lahan yang terkena program PSR pada tahun 2020 maupun tahun 2021,”kata Plt Kadis Pertanian, Syahmiludin A Surapati melalui pesan WhatsApp (WA) Senin (11/1/2021).

Menurutnya, penyediaan bibit sawit yang sehat, unggul dan bersertifikat sangat penting dan menjadi keharusan untuk menjamin pemasaran, produksi dan produktifitas yang akan didapat oleh petani sawit. “Bapak Bupati H Nadalsyah bahkan secara khusus mengingatkan kepada jajaran Dinas Pertanian untuk betul-betul mengawal dengan baik program ini, agar bisa memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup para petani di daerah ini,” imbunya. 

Lebih lanjut mantan Plt Kadis Pendidikan Barito Utara ini, saat ini prospek tanaman sawit sebagai sumber alternatif utama energi nabati masa depan. Apalagi untuk ketersediaan lahan sangatlah luas di beberapa Kecamatan di daerah ini. 

Ia juga menambahkan Dinas Pertanian sesuai dengan arahan juga menginginkan untuk diperjuangkan lahan yang hanya ditumbuhi semak belukar dan tumbuhan tidak produktif milik masyarakat lokal diluar kawasan kebun sawit yang sudah ada bisa dimasukkan dalam program semacan itu. “Apabila ini nantinya disetujui, maka ada kesempatan yang luas bagi masyarakat lokal, bukan cuma jadi penonton tapi juga bisa memiliki kebun sawit sendiri yang bisa menjadi sumber penghidupan dan masa depan,” pungkasnya. (lna/rsn)