BI Kalteng Gelar QRIS Jelajah Kuliner Indonesia

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Satria Febrino melepas peserta QRIS Jelajah Kuliner Indonesia di halaman Pesanggrahan Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya, Sabtu (11/7/2026).(Media Dayak/Asep)
Palangka Raya, Media Dayak
Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar kegiatan QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard) Jelajah Kuliner Indonesia tahun 2026 provinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya, Sabtu (11/7/2026).
Deputi Kepala KPw BI Kalimantan Tengah, Satria Febrino dalam sambutannya mengatakan, QRIS Jelajah Kuliner Indonesia merupakan bagian dari event Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) yang bertujuan untuk mengakselerasi digitalisasi sistem pembayaran secara inklusif dan berkelanjutan.
“QRIS Jelajah Indonesia tahun lalu mengangkat tema Budaya, tahun ini mengangkat tema Kuliner sebagai fokus kegiatan. QRIS Jelajah Kuliner Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah diikuti 29 tim yang terdiri dari dua atau tiga orang dalam satu tim,” kata Satria Febrino.
Seperti tahun lalu, lanjutnya, kegiatan ini akan dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari Kantor Perwakilan, Regional, hingga tingkat nasional. “Tahun lalu, Tim Kalimantan Tengah berhasil mewakili regional Kalimantan di tingkat Nasional,” ungkapnya.
Satria Febrino menyatakan, QRIS Jelajah Kuliner Indonesia bukan sekedar kompetisi melainkan ada upaya edukasi dan literasi kebijakan digitalisasi sistem pembayaran, mencakup QRIS, BI-FAST, KKI, Elektronifikasi, APU-PPT, CBP Rupiah, Manajemen Risiko, Pelindungan Konsumen, KKS, Transportasi, dan Kuliner.
Deputi Kepala KPW BI Kalimantan Tengah ini mengungkapkan, perkembangan QRIS di Kalimantan Tengah sangat siginifikan. KPw BI Kalteng mencatat, transaksi QRIS di Kalimantan Tengah hingga Juli 2026 hampir mencapai 20 juta transaksi.
“Dibandingkan dengan jumlah penduduk Kalimantan Tengah yang mendekati 2,9 juta penduduk, angka ini cukup luar biasa. Namun tantangan ke depan adalah menjadikan QRIS sebagai bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari,” terangnya.
Terakhir, Satria Febriano berharap, QRIS Jelajah Kuliner Indonesia dapat menjadi modal dasar bagi generasi muda yang berbakat untuk memasyarakatkan digitalisasi pembayaran di Kalimantan Tengah sekaligus mendorong perluasan digitalisasi pada sektor UMKM.
Berdasarkan data yang dihimpun Media Dayak.id, pendaftaran peserta QRIS Jelajah Kuliner Indonesia dimulai sejak bulan Mei 2026. Pemenang dari Kalimantan Tengah akan berkompetisi pada ajang regional QRIS Jelajah Kuliner Indonesia pada bulan Agustus 2026.
Tim peserta QRIS Jelajah Kuliner Indonesia akan melakukan berbagai misi dari panitia, mulai dari misi lapangan terkait tema QRIS Jelajah Kuliner Indonesia, misi postingan media sosial berupa konten pengalaman dari misi lapangan, dan misi kuliner untuk melakukan promosi, dokumentasi, dan penilaian pada merchant yang telah ditentukan.
Dengan modal yang diberikan sebesar Rp.600.000 pada akun QRIS tim peserta yang berusia antara 17-35 tahun ini mendapat penilaian berdasarkan waktu, kualitas dan kuantitas penyelesaian misi, kualitas konten postingan pada media sosial dan engagement yang didapatkan, serta progres before-after kegiatan.(Aw)