BI Kalteng Gelar Pelatihan UMKM Digital di Seruyan

Kepala KPw BI Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansyah Andrias mendampingi Bupati Kabupaten Seruyan sekaligus Ketua ISEI Cabang Palangka Raya, Ahmad Selanorwanda meninjau sejumlah produk UMKM pada Pelatihan UMKM Digital di Aula BKAD Kabupaten Seruyan, Sabtu (4/7).(Media Dayak/Ist)

Palangka Raya, Media Dayak

Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Seruyan dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Palangka Raya menyelenggarakan Pelatihan UMKM Digital di Aula BKAD Kabupaten Seruyan, Sabtu (4/7). Kegiatan ini diikuti sekitar 150 pelaku UMKM sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas usaha melalui pemanfaatan teknologi digital, marketplace, dan strategi pemasaran digital.

Dalam siaran pers yang diterima Media Dayak.id, Senin (13/7/2026), BI Kalimantan Tengah mengatakan bahwa transformasi digital menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing UMKM di tengah perkembangan ekonomi digital dan perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan platform digital dalam bertransaksi. Oleh karena itu, peningkatan literasi dan kapasitas digital pelaku UMKM menjadi langkah strategis agar mampu memperluas akses pasar, meningkatkan nilai tambah produk, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Kepala KPw BI Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansyah Andrias dalam sambutannya menekankan bahwa digitalisasi bukan lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan bagi pelaku UMKM agar mampu bertahan dan berkembang di era ekonomi digital. “Melalui penguatan kapasitas digital, UMKM diharapkan dapat meningkatkan daya saing, memperluas jangkauan pemasaran, dan menciptakan peluang usaha yang lebih besar,” katanya.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bupati Kabupaten Seruyan selaku Ketua ISEI Cabang Palangka Raya. Dalam sambutannya, Bupati Ahmad Selanorwanda menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan merupakan langkah penting dalam mempercepat transformasi digital UMKM sehingga mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Sesi pelatihan menghadirkan narasumber dari Shopee Jakarta dan Bakul Banua. Perwakilan Shopee membagikan strategi pemanfaatan marketplace, pemasaran digital, serta optimalisasi fitur-fitur digital untuk meningkatkan penjualan produk UMKM. Sementara itu, Bakul Banua menyampaikan praktik terbaik pengembangan usaha berbasis digital, penguatan branding produk, serta strategi membangun usaha yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, ditandai dengan tingginya partisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Selain memperoleh pemahaman mengenai strategi pemasaran digital, para pelaku UMKM juga membangun jejaring dengan narasumber dan berbagai pemangku kepentingan yang diharapkan dapat mendukung pengembangan usaha secara berkelanjutan.

Bank Indonesia terus berkomitmen mendorong pengembangan UMKM melalui berbagai program peningkatan kapasitas, termasuk digitalisasi usaha sebagai salah satu pilar penguatan ekonomi daerah. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah, ISEI, dan mitra strategis, diharapkan semakin banyak UMKM di Kalimantan Tengah yang mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas akses pasar, meningkatkan omzet usaha, serta mewujudkan UMKM yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing.(rls)