BI dan Industri Targetkan Perluasan QRIS Capai 12 Juta Merchant

Ilustrasi
Palangka Raya, Media Dayak
Bank Indonesia (BI) bersama Industri, khususnya Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), berkomitmen untuk terus mendorong perluasan penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS).
“Guna mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), BI dan industri menetapkan target 12 juta merchant di 2021,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono dalam siaran persnya, Rabu (10/2).
Lebih lanjt Erwin mengatakan, penetapan target tersebut sejalan dengan upaya BI mendukung program Pemerintah melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dan Bangga Berwisata Indonesia (GBWI).
Komitmen tersebut juga dilakukan melalui sejumlah langkah peningkatan/perluasan jaringan dan fasilitasi penggunaan QRIS melalui merchant. Kemudian terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan QRIS dan manfaatnya bagi masyarakat.
Pada masa pandemi Covid-19 ini juga, BI bersama ASPI dan PJSP juga mengembangkan QRIS Tanpa Tatap Muka (QRIS TTM). “Masyarakat cukup meminta gambar QRIS dari merchant dan menyimpannya di galeri gawai,” kata Erwin.
Jika ingin bertransaksi, pengguna cukup membuka aplikasi pembayaran, memilih menu unggah dari galeri pada gawai. Kemudian pilih gambar QRIS merchant, masukkan nominal dan pastikan nama pedagang telah sesuai, masukkan PIN, dan bayar.
“QRIS TTM dapat digunakan untuk menunjang pembelanjaan secara daring tanpa perlu bertatap muka,” jelasnya.
QRIS juga telah diterapkan sebagai salah satu metode pembayaran di berbagai sektor, sehingga mendorong efisiensi perekonomian.
Manfaat yang diperoleh tidak terbatas untuk transaksi perdagangan ritel di berbagai komunitas baik di pasar tradisional maupun modern dan universitas. Namun QRIS juga digunakan untuk e-ticketing pariwisata, pendidikan, pesantren, transaportasi, parkir, e-retribusi Pemda, donasi sosial dan keagamaan.
Implementasi QRIS telah memberikan manfaat guna mendorong efisiensi perekonomian. Selain itu mempercepat keuangan inklusif, dan meningkatkan daya saing industri, termasuk memajukan UMKM.
“Ke depan, dukungan seluruh pihak termasuk masyarakat akan semakin mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” tutup Erwin.(rls)