Fahrul Razi, waket II DPRD Kabupaten Katingan
Kasongan, Media Dayak
Waktunya memang berbeda dengan pelaksanaan haul guru sekumpul di Martapura. Jika di Martapura pada tanggal 14 Maret 2024, di Kereng Pangi, insya Allah pada tanggal 19 Januari 2024 yang akan datang. Sudah menjadi kebiasaan, khusus untuk haul guru sekumpul ini, pengunjungnya sekitar puluhan ribu. Karena bukan hanya dari penduduk lokal Katingan saja yang datang ke sana, tapi dari beberapa daerah Kabupaten dan Kota di Kalteng dan Kalsel juga akan datang ke sana. Bahkan ada pula yang berasal dari Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Jakarta, Surabaya dan sejumlah daerah lainnya.
Beberapa OPD yang diharapakan dukungannya menurutnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat, diharapkan untuk memperbaiki jalan Tjilik Riwut km 01 hingga km 30 perbatasan antara Kabupaten Kotim dengan Kabupaten Katingan. Terutama jika terdapat lubang dan kerusakan lainnya. Dinas Perkimtan setempat diharapkan agar memasang lampu-lampu untuk penerangan jalan di sekitar jalan Tjilik Riwut menuju tempat penyelenggaraan haul guru sekumpul tersebut. “Sehingga, kerawanan laka dan hal yang tidak kita inginkan pada malam bisa terhindari,” harap legislator yang biasa dipanggil Arul ini.
Selanjutnya, kepada Dinas Perhubungan dan Perikanan (Dishubkan) Kabupaten Katingan dan fihak Polantas Polres Katingan, bentuk dukungannya, adalah membantu kelancaran alur lalulintas di jalan raya, utamanya di seputaran jalan Tjilik Riwut sekitar Kereng Pangi. Begitu pula Kepada anggota Orari dan Rapi sebagai relawan, diharapkan pula ikut membantu komunikasinya dalam menyebarkan bahwa di sekitar Jalan Tjilik Riwut antara Kasongan hingga Kereng Pangi terlihat padatnya alur lalulintas. Dengan demikian, para pengendara, baik dari Kota Palangka Raya mau ke Sampit (Kotim) maupun sebaliknya dapat waspada. “Sehingga para pengendara ketika ingin melewati jalur tersebut selalu berhati-hati,” harapnya. (Kas/Aw)













