Benarkah Katingan Kekurangan Guru ?

Anggota DPRD Kabupaten Katingan, Gimmak Bulinga.(Media Dayak/ist)
Kasongan, Media Dayak 
 
Benarkah ada puluhan sekolah yang kekurangan tenaga pendidik (guru) ?. Untuk mengetahui kebenarannya, Dinas Pendidikan (Disdik) sebaiknya turun langsung ke lapangan atau ke sekolah-sekolah untuk melakukan pengecekan “Kalau perlu dilakukan pemetaan sekolah yang kekurangan guru secara akurat,” harap anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRPD) Kabupaten Katingan Gimmak Bulinga yang diungkapkannya kepada sejumlah awak media, Kamis (4/9/2025), di ruang loby DPRD setempat. 

Karena, klaim kekurangan guru menurut Gimmak Bulinga, berdasarkan data saja tidak cukup dan tidak memahami kondisi sebenarnya di sekolah -sekolah. Tapi, jika turun langsung ke lapangan, kita dapat melihat langsung kekurangan guru di setiap sekolah. “Sehingga, jika di sekolah yang dikunjungi itu benar-benar kekurangan guru, petugas yang turun ke lapangan jangan hanya mendata kekurangannya saja, tapi harus ditindaklanjuti,” harap Gimmak Bulinga.

Bahkan, dengan turun langsung, Disdik menurut legislator PDI Perjuangan ini, dapat melihat kondisi riil di lapangan, seperti penempatan guru yang tidak sesuai, beban mengajar yang berlebihan di sekolah tertentu atau kebutuhan spesifik yang tidak terdeteksi melalui laporan. 

Karena, jika di satu sekolah mengalami kekuràngan guru menurutnya, akan berdampak pada proses belajar mengajar. Oleh karena itu dengan pemetaan turun secara langsung ke lapangan dapat membantu mencegah dampak negatif yang lebih luas. “Seperti penghentian guru kontrak atau honorer yang bisa memperparah kekurangan guru,” ujar wakil rakyat asal dapil Katingan III yang meliputi wilayah Kecamatan Katingan Tengah higgga Bukit Raya ini.

Di tempat terpisah, Sugianto, seorang wakil rakyat  asal dapil yang sama meminta kepada Disdik setempat untuk memenuhi kekurangan guru-guru di wilayah Kecamatan Katingan Hulu dan sekitarnya. “Permintaan ini sudah berulang-ulang, tapi tetap saja ditemui sekolah di bagian hulu Katingan ini yang mengalami kekurangan guru,” ungkapnya. 

Karena, kekurangan guru ini, lanjutnya, sangat berpengaruh terhadap kualitas siswa, yang pada akhirnya berdampak pula terhadap menurunnya Sumber Daya Manusia (SDM), padahal saat ini pemerintah sedang giat-giatnya untuk meningkatkan SDM Warga Negara Indonesia (WNI) yang dipersiapkan sebagai pengganti generasi dalam mengejar pembangunan ke depan. (Kas/Lsn)