Belum Ada Laporan Kematian Babi di Katingan

Kendati diketahui adanya kabar tentang virus ganas yang bakal menyerang ternak, terutama ternak babi, namun hingga sekarang belum ada laporan dari masyarakat, khususnya peternak babi yang melaporkan kematian ternak babinya di Kabupaten Katingan lantaran terserang virus AFS. Demikian yang dikatakan Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Katingan, Ir Yossy kepada sejumlah media, Senin pagi (18/10/2021) tadi, saat menghadiri salah satu agenda di ruang loby DPRD Kabupaten Katingan.
Meskipun belum ada laporan dari peternak tentang kematian ternak babi, namun dirinya meminta kepada semua peternak babi di Katingan agar tetap waspada. “Jika ada tanda-tanda atau gejala ternak babinya terpapar virus AFS, segera melaporkan ke Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan,” harap Yossy.
Selanjutnya, dia meminta kepada peternak, jika ada ternaknya punya gejala virus AFS tersebut agar diungsikan ke kandang lain atau diisolasi tersendiri. Jangan dicampur dengan babi yang sehat. “Tujuannya, untuk menghindari terpaparnya AFS terhadap babi yang sehat,” ingatnya.
Menjawab pertanyaan media, dirinya mengakui di Kabupaten Katingan yang namanya peternak babi secara besar-besaran belum ada. Tapi yang banyak hanya peternak babi rumahan saja. “Maksudnya, mungkin peternak babi yang hanya kerjaan sampingan saja,” ujar mantan Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja ini.
Kendati hanya kerja sampingan, namun dirinya menghimbau kepada mereka, selain tetap waspada, juga selalu koordinasi dengan dr hewan yang ada di Dinas yang dipimpinnya saat ini. “Sehingga, jika ditemui ternak babi nya yang mempunyai gejala virus AFS, bisa secepatnya pula untuk ditindaklanjuti,” tegasnya. (Kas/Lsn)