Bekali Kompetensi, Dispar Kobar Siapkan Guide Andal dan Profesional

Saat kegiatan Sertifikasi Kompetensi Pemandu Wisata berbasis ekowisata yang digelar Dinas Pariwisata Kabupaten Kobar, Rabu (29/4) (Media Dayak/Ist)
 
Pangkalan Bun, Media Dayak 
 
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata. Salah satunya dengan menggelar sertifikasi kompetensi bagi 100 pemandu wisata berbasis ekowisata.
 
Kegiatan yang diikuti para pemandu wisata yang tergabung dalam Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kobar ini dilaksanakan dalam dua sesi, masing-masing 50 peserta. Sesi pertama pada hari Rabu, 29 April 2026 setelah itu hari berikutnya dilanjutkan untuk peserta sesi kedua. Sertifikasi ini menjadi langkah konkret dalam menyiapkan SDM pariwisata yang profesional dan berdaya saing.
 
Mewakili Kepala Dispar Kobar, Kepala Bidang Kelembagaan dan SDM Pariwisata serta Ekonomi Kreatif, Febri Sri Hartini, menegaskan bahwa peran pemandu wisata sangat penting dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata daerah.
 
“Pemandu wisata adalah ujung tombak pelayanan. Mereka tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk pengalaman wisatawan serta menjaga citra destinasi,” ujarnya.
 
Menurutnya, dalam konsep ekowisata, pemandu wisata dituntut memiliki kemampuan lebih, tidak hanya dari sisi komunikasi, tetapi juga pemahaman terhadap konservasi lingkungan dan pelestarian budaya lokal.
 
“Sertifikasi ini menjadi bukti kompetensi. Bukan sekadar formalitas, tapi proses yang harus dijalani dengan serius,” tegasnya.
 
Sementara itu, Ketua HPI Provinsi Kalimantan Tengah, Yomie, menyampaikan bahwa sertifikasi merupakan syarat penting untuk memastikan kualitas pemandu wisata di lapangan.
 
“Minimal sudah memiliki pengalaman satu tahun. Ini penting agar kompetensi benar-benar teruji,” katanya.
 
Ketua DPP HPI Pusat, Imam Widodo, juga menyoroti pentingnya profesionalisme di tengah persaingan industri pariwisata yang semakin ketat.
 
“Wisatawan sekarang sudah mencari informasi sebelum datang. Pemandu harus siap dan tidak boleh sembarangan agar bisa meminimalkan komplain,” ujarnya.
 
Di sisi lain, Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Gunadarma Utama, Vera Damayanti, menyebut kegiatan ini menjadi yang ketiga kalinya digelar di Kobar. Ia berharap para pemandu wisata mampu menjaga kode etik profesi serta menunjukkan kinerja yang profesional.
 
“Kompetensi dan profesionalisme menjadi ukuran utama dalam menjalankan tugas sebagai pemandu wisata,” pungkasnya. (Rd/Lsn/Aw)