Banjir Rendam MIN 1 Lamandau Hingga 1,5 Meter

Salah satu ruang belajar di MIN 1 Lamandau yang terendam banjir, Selasa (14/07/2020/). (Foto : Media Dayak/Tin/Rsn)
Nanga Bulik, Media Dayak
Musibah banjir yang melanda wilayah Kabupaten Lamandau kali ini merupakan banjir terparah dalam kurun waktu 20 tahun terakhir.
Di wilayah Kecamatan Bulik, yang notabenenya kota, banjir tak hanya merendam ratusan rumah warga, namun juga merendam sejumlah fasilitas umum, seperti halnya Madrasah Ibtidayah Negeri (MIN) 1 Lamandau, yang terletak di jalan Batu Batanggui.
Bahkan, hingga Selasa (14/7), ketinggian air yang merendam MIN 1 Lamandau mencapai 1,5 meter lebih.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lamandau, H Hamim, didampingi stafnya, turun untuk melihat kondisi sekolahan tersebut.
“Banjir yang pertama minggu lalu sudah terendam tapi tidak separah ini, tiap musim hujan juga ada dampak tapi kali ini yang terbesar sepanjang MIN Lamandau ini ada,” ungkapnya dibincangi Wartawan.
Menurutnya, sejak Senin (13/7) kemarin, sebenarnya proses belajar mengajar sudah berlangsung di semua madrasah.
“Akan tetapi lantaran berbagai pertimbangan mulai dari adanya wabah Covid-19 hingga musibah banjir, mengharuskan siswa-siswi, termasuk MIN 1 Lamandau belum di perkenankan untuk kembali masuk sekolah,”jelasnya.
Pihaknya berharap, Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Agama Pusat dapat memahami kondisi di lapangan dan memberikan kebijakan serta bantuan.
“Selain akan kita laporkan kepada Kemenag Pusat, tentunya kita juga sangat berharap Pemerintah daerah Kabupaten Lamandau juga bisa memberikan perhatian kepada sekolah-sekolah yang terdampak banjir, salah satunya MIN 1 Lamandau ini. Karena meskipun MIN berada dibawah naungan pemerintah pusat, tetapi yang sekolah disini tidak lain adalah anak-anak kita warga Lamandau,” harapnya.
Sementara, Kepala MIN 1 Lamandau, Suriati, mengatakan, ada 15 ruangan siswa yang saat ini tergenang oleh air.
“Bahkan air sudah masuk ke dalam ruang kelas dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. Saat ini, kami para guru sedang menyelamatkan peralatan, buku-buku dan perlengkapan sekolah agar tidak rusak,”ucapnya. (Tin/Rsn)