Banjir Masih Menghantui Masyarakat Katingan

Kondisi air yang sudah mulai memasuki desa Tumbang Kaman, ibukota Kecamatan Sanaman Mantikei, Sabtu (9/10).(Media Dayak/Ist)

Kasongan, Media Dayak

Bencana banjir masih menghantui masyarakat di sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Katingan. Mereka khawatir, jika terjadi seperti banjir pada Agustus hingga September 2021 yang lalu. Pasalnya, dampaknya terlalu besar.

Bukan hanya menderita kerugian material saja, melainkan juga sebagian besar masyarakat kesulitan, dan bahkan tidak bisa mencari nafkah, terutama masyarakat yang non Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau yang hanya berharap dengan mata pencarian satu hari kerja untuk dihabiskan hasilnya dalam tempo satu hari. Seperti pencari ikan (nelayan) dan buruh bangunan serta sejenis pekerjaan lainnya.

Seperti yang dilaporkan oleh Camat Sanaman Mantikei, Andre Nathanael Sabtu (9/10), air banjir dari hulu (Utara) telah sampai di wilayah kecamatan yang dia pimpin saat ini. 

Berdasarkan dari hasil pantauannya, menurutnya debit air banjir tersebut sudah mulai memasuki desa Tumbang Kaman Kecamatan Sanaman Mantikei, di perumahan penduduk RT 04 RW 02 di dataran tertinggi. “Kini debit airnya sekitar 15 cm dari atas jalan,” ujarnya.

Sedangkan untuk di bagian jalan atas dan komplek perkantoran, air banjir sudah memasuki jalan dan halaman perkantoran. “Seperti kantor Polsek setempat, Pos Ramil, KUA, Rujab, pertanian dan UPTD pendidikan,” sebutnya.

Untuk menindak lanjuti air banjir yang baru memasuki wilayah kecamatan tersebut, dirinya melakukan koordinasi dengan instansi terkait serta melaporkan dalam bentuk dokumentasi kepada pimpinan di atasnya.

Sementara Plt Camat Katingan Hilir, Doni dalam laporannya menyebutkan puluhan rumah yang sudah terendam di wilayah kecamatan yang dipimpinnya. Diantaranya puluhan rumah di desa Tewang Kadamba. 

Di Tewang Kadamba RT 01, Diantaranya rumah milik Harianto, Duak, Werdianto, Prayogo, dan Darwinsuah. Sedangkan di RT 02 dan RT 03 Diantaranya rumah milik Eldy, Olie Karohong, Jainudi, Yetliadi, Asmat Yusuf, Misran, Kiki Misran dan Belda serta fasilitas umum lainnya.

Selanjutnya, Camat Petak Melai Kusuma Jaya dalam laporannya menyebutkan, selain debit air di wilayah kecamatan yang dipimpinnya saat ini mengalami kenaikan yang signifikan, cuacanya pun selalu mendung. “Debit air bertambah dan cuaca mendung,” ujar mantan PNS di Disbudparpora ini. (Kas/Aw)