Banjir di Katingan Mendapat Perhatian Serius Dari Warga Kalsel

Bupati Katingan Sakariyas SE didampingi Kalak BPBD Kabupaten, Drs Roby M AP dan dan personil BPBD Provinsi Kalsel berserta puluhan relawan dari Provevsi Kalsel, yang turut membantu dalam rangka penanggulan bencana banjir di bumi Penyang Hinje Simpei.(Media Dayak/Ist)
Kasongan, Media Dayak
Sejak banjir gelombang kedua di Kabupaten Katingan selama se pekan, dan empat hari di ibukota Katingan (Kasongan), ternyata mendapat perhatian serius dari warga tetangga kita di Provensi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Perhatian serius dari tetangga kita di Provensi Kalsel tersebut dibuktikannya dengan berbagai bantuan. Baik tenaga, fasilitas dari berbagai peralatan SAR maupun bantuan sembilan bahan pokok (sembako).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Kabupaten Katingan, Drs Roby M AP, ketika dikonfirnasi, kepada Sejumlah media membenarkan hal tersebut. Pernyataannya ini diungkapkannya, Jum’at pagi (10/9/2021), di kantor BPBD setempat.
Diantara sejumlah relawan dari Provevsi Kalsel yang ikut membantu dalam penanggulangan bencana banjir di Kabupaten Katingan saat ini menurutnya dari BPBD Provensi Kalsel, relawan dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) – Barabai, Kabupaten Tanah Bumbu, relawan dari salah satu perusahaan yang beraktivitas di Kabupaten Tanah Bumbu, relawan Borneo Indonesia. “Dan besok akan tiba lagi sejumlah relawan dari Martapura Kabupaten Banjar dan sejumlah relawan lainnya, juga akan memberikan bantuan kepada kita,” tambahnya.
Mereka bergabung dengan BPBD Kabupaten Katingan dalam rangka pengevakuasian dan penyelamatan warga kita Katingan yang terkurung dari bencana banjir. “Disamping itu, mereka juga ikut membantu membagi-bagikan makanan siap saji kepada warga setempat, secara door to door bagi warga yang tetap bertahan tinggal di rumahnya masing-masing,” ujar Roby.
Sedangkan peralatan untuk mengevakuasi dan membagi-bagikan makanan siap saji menurutnya, menggunakan perahu karet yang dibawanya sendiri dari daerahnya.
Kenapa mereka harus diberikan makanan siap saji ?. Karena, saat itu mereka (korban banjir), benar-benar tidak mampu untuk melakukan aktivitas masak-memasak, lantaran rumahnya dilanda banjir setinggi pinggang orang dewasa, bahkan ada yang lebih. “Sehingga, mereka perlu bantuan makanan siap saji,” ujar mantan kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PKAD) ini. (Kas/Lsn)