Banjir di Katingan Masih Terjadi

Markus, Kalak BPBD Kabupaten Katingan

Kasongan, Media Dayak

Menurut kepala pelaksana (kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Katingan, banjir di Kabupaten Katingan masih terjadi. Diantaranya, di daerah hilir, seperti di desa Baon Bango Kecamatan Kamipang. Penuturannya itu diungkapkannya kepada sejumlah awak media, Kamis (21/3), di ruang kerjanya.

 
Penyebabnya, disamping curah hujan masih tinggi di beberapa wilayah Kecamatan dan desa di Kabupaten Katingan, dan khusus untuk  wilayah hilir, meskipun curah hujannya tidak begitu tinggi, namun daerah-daerah tersebut cukup lama genangan airnya, jika terjadi banjir. “Karena, di daerah hilir ini selain curah hujannya juga cukup tinggi, juga menerima banjir kiriman dari daerah hulu Katingan,” kata Markus 
Jadi, hal itu menurutnya sudah menjadi kebiasaan setiap datangnya musim penghujan. Semakin ke hilir akan semakin lama air banjirnya bertahan. “Seperti yang kita alami sejak Katingan masih bergabung dengan Kabupaten Kotawaringin timur (Kotim), desa yang paling tingga debit air banjir dan terlama bertahan adalah di desa Tumbang Bulan Kecamatan Mendawai,” terangnya, seraya menyebutkan lamanya air banjir bertahan di desa tersebut, yakni antara dua pekan hingga tiga pekan. Bahkan bisa sampai sebulan lebih.

Mengingat hal tersebut, dirinya meminta kepada seluruh masyarakat Katingan, utamanya yang bertempat tinggal di wilayah hilir seperti di Kecamatan Tasik Payawan, Kamipang, Mendawai dan Katingan Kuala agar tetap waspada terhadap datangnya banjir kiriman. 

Memang, diakuinya ketika hujan turun di daerah hulu selama beberapa hari. Lalu, terjadi peningkatan debit air dua hingga tiga meter. Dan terjadilah banjir. Namun, kondisi banjir di daerah ini biasanya tidak bertahan lama, tapi hanya dua hingga tiga hari saja akan surut kembali. “Namun’ imbas dari banjir di daerah hulu tersebut, banjirnya akan bertahan di daerah hilir bisa sampai dua pekan hingga tiga pekan,” ujarnya. 

Secara jujur dirinya mengakui kalau untuk mengantisipasi banjir sangat mustahil, namun untuk lebih waspada dapat dipastikan. Artinya, sebelum terjadi banjir atau terjadinya hujan secara rutin setiap hari, hendaknya kita semua harus waspada. “Waspada dalam artian, sebelum terjadi, amankan semua dokumen penting, perkakas elektronik dan barang-barang berharga lainnya,” ajak mantan Kabag Protokol ini. (Kas/Aw)