Banjir di Katingan Hampir Semua Wilayah Kecamatan 

Air banjir kiriman dari hulu, sudah memasuki Kasongan, ibukota Kabupaten Katingan. Foto ini banjir di samping Masjid Baitul Yaqin/Taman Religi – Kasongan, Minggu (22/09/2022).(Media Dayak/ Ist)
 
 

Kasongan, Media Dayak 

 
 Banjir yg terjadi di Katingan pada bulan September ini, yg merupakan banjir susulan setelah terjadi di minggu pertama dan minggu kedua pada bulan Agustus 2022 yg lalu, telah terjadi sejak 5 September 2022, meliputi beberapa wilayah Kecamatan secara bergantian (bergilir), dari hulu ke hilir mengikuti aliran air. Demikian yang diungkapkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kakak BPBD) Kabupaten Katingan, Drs Roby M AP kepada sejumlah, Minggu pagi (11/9/2023) kemaren, via telpon selulernya.

Bacaan Lainnya

Respon dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan, berdasarkan rekomendasi rapat pada 8 September 2022 yg dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) menurut Toby, telah menetapkan status ‘Siaga Darurat Bencana Banjir’ selama 14 hari, yakni dari 8 hingga 21 September 2022.

Dalam masa status ini menurutnya, ditingkatkan statusnya menjadi status tanggap, apabila ada perkembangan yang signifikan di lapangan terkait kian meluasnya banjir, “Maksudnya, kian banyak yang terdampak dan semakin banyak kerusakan sarpras serta sudah sangat mengancam kehidupan dan penghidupan masyarakat,” jelas Roby.

Selanjutnya, Pada tanggal 10 September 2022, dirinya bersama personil BPBD setempat, telah melakukan pengecekan langsung ke beberapa Desa di wilayah Kecamatan Tasik Payawan dan Kecamatan Kamipang. “Hasil yang kami peroleh, banjir atau luapan air DAS Katingan sudah mulai naik ke daratan menggenangi pekarangan dan jalan-jalan Desa yang rendah,” tambahnya.

Selanjutnya, di wilayah Kecamatan Tasik Payawan, jalan masuk menuju Desa Petak Bahandang, lanjutnya, sudah tergenang air di beberapa titik, dengan ketinggian bervariasi, dengan kisaran antara 20 hingga 60 centimeter. “Sehingga, ada beberapa titik badan jajan yang tidak dapat dilintasi oleh kendaraan roda dua dan roda empat,” tuturnya.

Sementara informasi lainnya dari Kecamatan Katingan Tengah dan Kecamatan Sanaman Mantikei, yang merupakan wilayah Kecamatan di bagian hulu, menurut mantan Kepala Dinas PKAD ini, air masih cukup tinggi. Karena, masih menggenangi beberapa Desa dengan ketinggian antara 29 hingga 30 centimeter di atas tanah. 
Dan, itu menjadi potensi penambahan air luapan ke bagian hilir ini. Kondisi tersebut, bisa diperparah jika terjadi hujan, syukur bahwa sejak kemarin (10/9) sampai dengan pagi ini (11/9) tidak terjadi hujan. “Semoga cuaca semakin cerah dan banjir yang ada saat ini tidak bertambah,” harapnya. (Kas/Lsn)

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait