Asisten Setda Tekankan Pentingnya Karakter Kepada Peserta Latsar CPNS Gelombang 2 Provinsi Kalteng Tahun 2023

Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalteng Sri Suwanto saat menyampaikan materi pada Latsar CPNS Gelombang 2 Provinsi Kalteng Tahun 2023, Selasa (13/6).(Media Dayak/MMC Kalteng)
Palangka Raya, Media Dayak
Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalteng Sri Suwanto, memberikan materi kepada peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Gelombang 2 Golongan III Angkatan XXVI dan XXVII dan Golongan II Angkatan XXII, XXIII dan XXIV Provinsi Kalteng Tahun 2023, bertempat di Aula BPSDM Provinsi Kalteng, Selasa (13/6).
Asisten Administrasi Umum Sri Suwanto dalam paparannya mengatakan Pemprov mengapresiasi pemerintah kabupaten atas kepercayaannya yang telah mengirim peserta untuk mengikuti Latsar CPNS Golongan III dan Golongan II Angkatan XXII, XXIII dan XXIV di BPSDM Provinsi Kalteng.
“Calon Pegawai Negeri Sipil (PNS) wajib untuk mengikuti Pelatihan Dasar, kegiatan ini perlu dilakukan untuk mempersiapkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing,” paparnya.
Ia juga mengatakan untuk mendukung visi dan misi Gubernur Kalteng periode 2021 – 2026, guna mewujudkan Kalteng semakin Berkah, salah satunya adalah Birokrasi Kalteng Amanah, melalui program prioritas antara lain yaitu, peningkatan SDM aparatur birokrasi yang inovatif demi pelayanan publik yang cepat dan tepat, membuka ruang seluas-luasnya kepada kalangan profesional untuk menduduki jabatan publik sesuai kapasitas dan kompetensinya.
“Serta mengoptimalkan penerapan e-government dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik secara efektif dan efisien, serta meningkatkan kapasitas SDM aparatur birokrasi pemerintahan melalui pendidikan dan pelatihan khusus,” ungkapnya.
Pada kesempatan ini, ia juga mengingatkan kepada para peserta pelatihan dasar CPNS, agar tetap berada dalam koridor aturan main. “Ketika kita punya karakter, punya prinsip, maka kita terlindungi,” sebut Sri Suwanto
Harus diingat pula lanjutnya, ketika saudara-saudara masuk sebagai CPNS, itu hanya sebagai sarana bukan tujuan akhir. “Jangan jabatan menjadi tujuan utama, tetapi menjadi sarana untuk berbuat kebaikan kepada semua orang, tanpa memandang suku dan agama,” katanya mengamanatkan (MMC/YM/AW)