Ardianto Ajak Masyarakat Jadikan Momentum Introspeksi dan Perkuat Persatuan, saat Hadiri Malam Satu Suro

HADIRI MALAM SATU SURO-Anggota DPRD Dapil 4, Ardianto didampingi Kepala Desa Bukit Sawit, Kecamatan teweh Selatan, Paning Ragen bersama tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemuda dan masyarakat lainnya menghadiri malam Satu Suro yang bertepatan dengan malam tahun Baru Islam 1 Muharaam 1448, Senin (15/6/2026) malam.(Media Dayak/Dok Pribadi)
Muara Teweh, Media Dayak
Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Ardianto, menghadiri undangan Panitia Acara Malam Satu Suro 1460 yang digelar masyarakat Desa Bukit Sawit, Kecamatan Teweh Selatan, Senin (15/6/2026) malam.
 
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi bagian dari tradisi masyarakat dalam menyambut pergantian Tahun Baru Jawa 1 Suro 1460 yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.
 
Dalam kesempatan tersebut, Ardianto menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Bukit Sawit yang terus menjaga dan melestarikan tradisi budaya yang sarat dengan nilai-nilai kebersamaan, spiritualitas, dan kearifan lokal.
 
Menurutnya, malam Satu Suro bukan sekadar peringatan pergantian tahun dalam kalender Jawa, tetapi juga menjadi momentum penting untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
 
“Tradisi Malam Satu Suro memiliki makna yang sangat mendalam. Ini adalah waktu yang tepat untuk merenungkan perjalanan hidup selama satu tahun terakhir, memperbaiki kekurangan, dan memanjatkan doa agar diberikan keselamatan, kesehatan, serta keberkahan dalam menjalani kehidupan ke depan,” ujar Ardianto, Selasa (16/6/2026).
 
Ia menambahkan bahwa bertepatan dengan datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, masyarakat juga dapat mengambil hikmah dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW yang mengajarkan tentang perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
 
“Momentum Tahun Baru Islam dan Tahun Baru Jawa hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperbaiki diri, memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta membangun semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
 
Politisi Partai Demokrat ini juga mengajak masyarakat Barito Utara untuk menjadikan peringatan Malam Satu Suro sebagai sarana mempererat persatuan dan menjaga nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan yang menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
 
“Keberagaman tradisi yang kita miliki merupakan kekayaan budaya yang harus dijaga bersama. Selama mengandung nilai-nilai positif, memperkuat persaudaraan, dan tidak bertentangan dengan ajaran agama, maka tradisi tersebut dapat menjadi sarana mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat,” ungkapnya.
 
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat yang memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dan Tahun Baru Jawa 1460. “Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan, kesehatan, dan keselamatan kepada kita semua. Selamat Satu Suro 1460, semoga tahun yang baru membawa kedamaian, kemajuan, dan kesejahteraan bagi masyarakat Barito Utara,” tutupnya.
 
Acara Malam Satu Suro di Desa Bukit Sawit berlangsung penuh kebersamaan dengan dihadiri Kepala Desa setempat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, serta warga setempat yang bersama-sama memanjatkan doa untuk keselamatan dan kemajuan daerah.(Lna/Lsn)