Apel Lintas Sektor Siaga Darurat Bencana Karhutla

Wakil Bupati Murung Raya Rejikinoor saat meriksa barisan peserta apel siaga Karhutla 2019 di halaman Kantor Bupati Mura, Kamis, (8/8) lalu.(Media Dayak/Lulus Riadi)
Puruk Cahu, Media Dayak
Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Pemkab Mura) melaksanakan apel siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2019 yang di pimpin langsung oleh Wakil Bupati Mura Rejikinoor di halaman Kantor Bupati Mura, Kamis, (8/8) kemarin.
Apel siaga Karhutla tersebut diikuti seluruh instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, Satpol PP dan Damkar, Manggala Agni, UPT KPHP Wilayah II Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Dinas Lingkungan Hidup, TNI, Polres Mura, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mura sebagai penyelenggara apel tersebut.
Rejikinoor mengatakan, peristiwa Karhutla merupakan kejadian yang berulang-ulang, sehingga menjadi perhatian penting baik itu dari segi dampak kesehatan manusia dan mahluk hidup lainnya.
“Penyebab Karhutla 90 persen diakibatkan oleh ulah manusia terutama di Kabupaten Mura ini yang menjadi tugas kita bersama dalam mengubah paradigma dan kebiasaan masyarakat dalam membuka lahan dengan cara membakar sehingga diperlukan sosialisasi edukatif dan lebih pada pendekatan kepada masyarkat,” ungkapnya.
Di Kabupaten Mura ini sudah ada 8 titik hotspot yang tersebar di beberapa kecamatan, namun beberapa titik api dapat diatasi segera oleh pihak BPBD Mura dengan anggota Kepolisian bersama TNI.
“Hingga saat ini kita memiliki 8 titik hotspot yang terpantau namun sebagian sudah kita tanggulangi segera dengan melakukan pemadaman pada titik yang dapat kita jangkau,” tutur Kepala Pelaksana BPBD Mura, Markudius Dani.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkingan Hidup Kabupaten Mura Pujo Sarwono mengungkapkan, bahwa pihaknya juga sudah membentuk Brigade Karhutla yang terdiri dari 15 orang personil di setiap kecamatan, ditambah personil 15 personil di Kabupaten serta ada Satgas (Satuan tugas).
“Sedangkan sistem penggajian terhadap personil Brigade Karhutla hanya diberi insentif disaat ada kejadian atau peristiwa pemadaman Karhutla. Jadi hanya bersifat insentif saja di mana ada kejadian saja,” ungkapnya.
Pihaknya juga sudah membagi kenderaan operasional jenis trail yang masing-masing kecamatan mendapat 5 unit kenderaan sebagai alat guna melakukan patroli ataupun dalam upaya melakukan penanggulangan bencana karhutla saja.(LUS/ Lsn)