Antisipasi Lonjakan ISPA Akibat Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Faskes Siapkan Tabung Oksigen

Anggota DPRD Provinsi Kalteng Tomy Irawan Diran (Ist)
Palangka Raya, Media Dayak
Kabut asap tipis mulai menyelimuti Kota Palangka Raya akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kabupaten Pulang Pisau dan sekitarnya. Ia mengatakan, kualitas udara dikhawatirkan memicu peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta kekambuhan penyakit pernapasan, seperti asma, khususnya pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia.
Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Tomy Irawan, meminta seluruh fasilitas kesehatan (faskes), mulai dari puskesmas, klinik, hingga rumah sakit, memastikan ketersediaan tabung oksigen darurat sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi dampak kabut asap.
“Yang pastinya, walaupun tidak ada kejadian kabut asap ini, harusnya di setiap puskesmas, klinik, bahkan rumah sakit sudah sedia oksigen, paling tidak tabung oksigen portable yang kecil. Itu juga harus disiapkan,” kata Tomy, Rabu (29/7/2026).
Selain kesiapan fasilitas kesehatan, Tomi juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak memiliki keperluan mendesak. Ia menekankan pentingnya penggunaan masker saat berada di luar rumah guna meminimalkan paparan asap.
“Jadi antisipasi pertama yang harus dilakukan oleh masyarakat, kalau tidak perlu jangan keluar rumah. Namun kalaupun harus keluar, gunakan masker,” tambahnya.
Bagi masyarakat yang memiliki kemampuan finansial lebih, ia menyarankan untuk menyediakan air purifier berukuran kecil di rumah. Menurutnya, perangkat tersebut kini mudah diperoleh melalui toko daring maupun toko elektronik dengan kisaran harga Rp200.000 hingga Rp300.000.
Ia menilai langkah antisipatif tersebut penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat memburuknya kualitas udara. Selain itu, ia juga mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi penyedia layanan publik agar menyediakan fasilitas pendukung serupa di lingkungan kerja maupun area pelayanan.
“Syukur-syukur OPD atau tempat-tempat pelayanan publik juga menyiapkan itu,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Tomy mengingatkan bahwa fenomena cuaca ekstrem seperti El Nino dapat meningkatkan risiko terjadinya kabut asap sehingga kesiapsiagaan seluruh pihak, terutama sektor kesehatan, menjadi hal yang sangat penting untuk melindungi masyarakat dari dampak buruk paparan asap.(YM/Aw)