Kuala Pembuang, Media Dayak
Guna mengantisipasi potensi bencana alam di wilayah perairan, jajaran Satpolairud Polres Seruyan intensif melakukan monitoring ketinggian air di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Seruyan. Pada Sabtu siang (21/03/2026), personel piket menyisir area Dermaga Pelabuhan Kuala Pembuang untuk memantau fluktuasi pasang surut air.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan yang dipimpin oleh Aipda Jhon Hendri K. Purba, kondisi debit air DAS Seruyan saat ini terpantau mengalami peningkatan akibat fenomena pasang kecil. Meskipun situasi masih dalam kategori aman dan terkendali, petugas tetap bersiaga penuh memantau setiap perubahan ketinggian permukaan air secara berkala.
Kapolres Seruyan melalui Kasatpolairud AKP Sriyono, S.H., menegaskan bahwa pemantauan ini merupakan langkah deteksi dini guna meminimalisir dampak jika sewaktu-waktu terjadi luapan air yang dapat menggenangi pemukiman warga.
Selain melakukan pengecekan fisik, personel Satpolairud juga melakukan pendekatan dialogis kepada masyarakat di sekitar dermaga. Warga diingatkan untuk tidak membuang sampah ke aliran sungai, karena tumpukan sampah dapat menyumbat saluran air dan memperparah risiko banjir saat debit air meningkat.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian sungai. Sungai yang bersih bukan hanya indah dipandang, tapi juga menjadi benteng utama kita dalam mencegah bencana banjir,” ujar AKP Sriyono.
Sebagai langkah jangka panjang, Satpolairud Polres Seruyan telah menyusun rencana tindak lanjut yang meliputi pendataan lokasi-lokasi rawan banjir serta pemetaan titik aman evakuasi. Komunikasi peringatan dini (early warning system) juga terus ditingkatkan agar informasi mengenai potensi bencana dapat tersampaikan dengan cepat kepada masyarakat terdampak.
Hingga kegiatan berakhir pada sore hari, situasi di sepanjang DAS Seruyan dilaporkan kondusif. Polri berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat guna memberikan rasa aman dan memastikan kesiapsiagaan menghadapi tantangan cuaca.(Hms/ Lsn)











