Angka Kesakitan DBD di Gumas Masih Tinggi

Asisten II Setda Gumas Yohanes Tuah didampingi Kadis Kesehatan dr Maria Efianti berfoto bersama peserta sosialisasi G1R1J.(Foto/Novri JK Handuran).
Kuala Kurun,Media Dayak
Medio tahun ini angka kesakitan Demam Berdarah Dengue(DBD)sebesar 78,3 per seratus ribu penduduk.Masih tinggi diatas target nasional yaitu kurang dari 49 per seratus ribu penduduk. Angka yang fluktuatif ini menunjukkan bahwa perlu adanya upaya yang komprehensif dalam menangani pengendalian penyakit ini agar terjadi penurunan kasus secara bermakna.
Hal itu disampaikan asisten perekonomian setda Gunung Mas (Gumas) Yohanes Tuah membacakan teks sambutan Sekda Yansiterson kala membuka sosialisasi gerakan satu rumah satu jumantik(G1R1J)di aula BP3D,Kamis(18/7).
“Di Kabupaten Gunung Mas,angka kesakitan DBD tahun 2016 sebesar 43,5 per seratus ribu penduduk dan meningkat pada tahun 2017 sebesar 134,5 per seratus ribu penduduk.Tahun 2018 turun menjadi 133,7 per seratus ribu penduk,” kata Yohanes.
Yohanes menerangkan,sampai saat ini DBD belum memiliki obat,sehingga upaya paling efektif untuk mengendalikan penyakit ini adalah melalui pengendalian jentik nyamuk.
“Tahun 2015 secara Nasional telah dicanangkan gerakan satu rumah satu jumantik(Juru Pemantau Jentik), diharapkan setiap rumah memiliki jumantik yang melaksanakan kegiatan 3M Plus di rumah masing-masing. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk,terutama jentik nyamuk di berbagai tempat yang menjadi sarang nyamuk berkembang biak. Program PSN 3M adalah cara paling efektif dan murah dari yang lain,” ujarnya.
PSN lanjut dia,dilakukan oleh kader Jumantik dimana ada dua hingga tiga orang yang memantau perkembangbiakan jentik nyamuk disatu wilayah. Jumantik sendiri adalah anggota masyarakat yang dilatih dan berperan dalam pengendalian penyakit demam berdarah.Tugasnya memantau keberadaan jentik nyamuk, membuat laporan kegiatan dan menggerakan masyarakat untuk menjalankan PSN dengan cara 3M Plus.
Kepada media ini usai kegiatan,kadis kesehatan Gumas dr Maria Efianti menyatakan,DBD disebabkan virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes.
“Penyakit ini apabila tidak ditangani segera dapat berakibat fatal.Saat ini kasusnya terus bertambah,demikian pula daerah yang terjangkit. Pada musim penghujan penyakit ini seringkali terjadi peningkatan kasus DBD karena terjadinya peningkatan kepadatan jentik,” jelas Maria.(Nov).