Anggota DPRD Herbert Sentil Keras Media, Kritik Boleh, Tapi Jangan Jadi Alat Serangan!

Anggota DPRD Gumas Herbert Y Asin. (Media Dayak/Novri JK Handuran)

Kuala Kurun, Media Dayak

Anggota DPRD Gunung Mas  (Gumas) Herbert Y Asin menegaskan pentingnya profesionalisme insan pers dalam menyajikan informasi kepada publik. Herbert mengingatkan kebebasan pers harus berjalan seiring dengan tanggung jawab moral dan kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik.

“Saya berharap kepada seluruh media pers di Kabupaten Gunung Mas untuk benar-benar mengedepankan pemberitaan yang berimbang. Sebagaimana tertuang dalam Kode Etik Jurnalistik, khususnya Pasal 3, yang menegaskan bahwa wartawan wajib menguji informasi, menyajikan berita secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dengan opini yang menghakimi, serta menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah,” tegas Herbert, Rabu (18/3/2026).

Legislator 3 periode asal Partai Golkar itu menyatakan, pers memiliki peran strategis sebagai pilar demokrasi yang menyuarakan kepentingan masyarakat. Namun, peran tersebut tidak boleh disalahgunakan atau bergeser menjadi alat untuk menyerang pihak tertentu, baik pemerintah daerah maupun lembaga legislatif.

“Di satu sisi, kami sangat menghargai kebebasan pers dalam menyampaikan kritik. Itu penting sebagai bentuk kontrol sosial. Tapi di sisi lain, media juga harus objektif dan adil. Apa yang menjadi capaian dan hal positif yang telah dilakukan pemerintah daerah maupun DPRD juga harus diberitakan secara proporsional,”serunya.

Herbert juga menyoroti adanya kecenderungan pemberitaan yang berpotensi dipengaruhi sentimen atau kepentingan pribadi, yang pada akhirnya dapat merusak kepercayaan publik terhadap media itu sendiri.

“Jangan sampai media dijadikan sarana untuk melampiaskan kepentingan atau sentimen pribadi, lalu dikemas dalam bentuk pemberitaan yang menyerang. Ini sangat berbahaya bagi ekosistem demokrasi kita. Pers harus berdiri tegak sebagai lembaga yang independen dan profesional,” tegas Herbert.

Herbert  berharap ke depan insan pers di Gumas semakin menjunjung tinggi integritas, menjaga independensi, serta konsisten berpegang pada kode etik jurnalistik dalam setiap produk pemberitaan.

“Profesionalisme itu kunci. Jika media mampu menjaga keseimbangan, objektivitas, dan integritas, maka kepercayaan publik akan tetap terjaga, dan pers akan terus menjadi mitra strategis dalam pembangunan daerah,” tandas Herbert.(Nov/Aw)