Anggota DPRD Gumas Rayaniatie Djangkan Reses Perseorangan

Anggota DPRD Gumas Rayaniatie Djangkan bersama kepala sekolah dan guru SMAN 2 Kurun di Desa Tumbang Hakau, beberapa staf disdikpora Gumas dan undangan lainnya saat reses perseorangan di sekolah tersebut. (Media Dayak/Ist).

Kuala Kurun, Media Dayak

Anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Rayaniatie Djangkan melaksanakan reses secara perseorangan di SMAN 2 Kurun di Desa Tumbang Hakau, Selasa (16/1).

“Reses perseorangan sebanyak 25 orang anggota DPRD Gunung Mas dilaksanakan 15 sampai 20 Januari 2024. Kegiatan [reses perseorangan] dilaksanakan di dapil masing-masing anggota DPRD Gunung Mas,” ungkap Raya melalui aplikasi pesan pasca kegiatan.

Legislator tiga periode dapil satu yang kembali maju menjadi caleg DPRD Gumas pada pemilu 14 Februari mendatang itu menjelaskan, reses perseorangan yang dilakukannya di wilayah dapil satu dalam rangka memantau, memonitoring, pelaksanaan pembangunan di wilayah dapil satu Kecamatan Kurun, Mihing Raya dan Sepang.

“Reses adalah jaring asmara [menjaring aspirasi masyarakat] di dapil masing-masing. Kami [anggota DPRD Gumas] menyerap keluhan masyarakat dan mendengarkan masukan dari masyarakat,” kata Raya.

“Aspirasi masyarakat yang kami serap, yakni di sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur jalan dan jembatan, pertanian dalam arti luas, dan sektor lainnya yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan kemajuan Kabupaten Gunung Mas,” sambung dia.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengimbau masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya kepada anggota DPRD Gumas saat pertemuan di reses perseorangan, mengingat reses perseorangan merupakan kewajiban semua anggota DPRD Gumas dalam menampung aspirasi masyarakat.

Menyoal dunia pendidikan, Raya menyatakan dunia pendidikan merupakan aset yang sangat penting bagi kemajuan Kabupaten Gumas dengan sumber daya manusia masyarakat Gumas yang unggul melalui pendidikan.

“Pendidikan itu pilar penting, selain memberikan pengetahuan dan keterampilan, juga membantu dalam pembangunan karakter,” ucapnya.

Ia menegaskan, kemiskinan terjadi akibat kebodohan, dan untuk melepaskan masyarakat Gumas dari kebodohan, melalui pintu yang namanya pendidikan. Pendidikan memerdekakan masyarakat dari kemiskinan dan kebodohan.

“Masyarakat Kabupaten Gunung Mas tidak boleh bodoh, tidak boleh miskin. Pendidikan harus menjadi yang utama,” serunya.

Sebagai bentuk dukungannya terhadap dunia pendidikan, Raya mengaku dirinya telah mengalokasikan dana pokirnya untuk perbaikan jalan menuju SMAN 2 Kurun di Desa Tumbang Hakau, serta mendorong dilakukannya pemasangan jaringan listrik ke sekolah tersebut. (Nov/Aw)