Anggaran Terbatas Bukan Alasan! Bupati Jaya Ajak Seluruh OPD Terkait Tambal Jalan Berlubang Demi Keselamatan Warga

Bupati Gumas Jaya Samaya Monong dan Ny.Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong.(Media Dayak/Novri J Handuran)
Kuala Kurun, Media Dayak
Keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan terhambatnya pelayanan kepada masyarakat. Pesan tegas ini yang disampaikan Bupati Gunung Mas (Gumas), Jaya Samaya Monong, kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas.
Pernyataan tersebut mencuat setelah adanya insiden kecelakaan tunggal yang dialami seorang warga akibat kondisi jalan berlubang di kawasan Kota Kuala Kurun. Menyikapi persoalan itu, Jaya menegaskan pemerintah daerah tidak akan tinggal diam meski ruang fiskal sedang terbatas.
“Kami sudah membahas persoalan ini. Memang anggaran terbatas, tapi kita harus mencari solusi. Salah satunya melalui gotong royong. Lewat program Jumat Asri nanti, saya sendiri akan memimpin seluruh OPD untuk bersama-sama menambal lubang-lubang jalan yang ada. Selain itu, kita juga akan menjaga kebersihan dan keindahan Kota Kuala Kurun secara bersama-sama,” tegas Jaya kepada mediadaya.id baru-baru ini.
Menurut Jaya, pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan, meski dilakukan melalui langkah-langkah sederhana yang berdampak nyata. Baginya, keselamatan masyarakat merupakan prioritas yang tidak bisa ditunda hanya karena keterbatasan anggaran.
Jaya menjelaskan, pelaksanaan resmi kegiatan Jumat Asri direncanakan dimulai pada 3 Juli 2026. Namun, penanganan jalan rusak tidak menunggu hingga kegiatan tersebut digelar.
Ia mengungkapkan telah menginstruksikan dinas terkait untuk segera melakukan inventarisasi seluruh ruas jalan yang mengalami kerusakan di Kota Kuala Kurun sekaligus melaksanakan penanganan darurat pada titik-titik yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
“Secara formal dimulai lewat Jumat Asri, tetapi pekerjaan sudah berjalan. Sejak kemarin saya sudah memerintahkan dinas terkait untuk bergerak, mendata jalan yang rusak, dan melakukan penanganan darurat. Tidak perlu menunggu seremonial,” ujarnya.
Jaya juga mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk tetap bekerja dengan penuh semangat dan optimisme. Menurutnya, keterbatasan anggaran justru harus menjadi pemicu lahirnya kreativitas, kebersamaan, dan semangat gotong royong dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Kita harus tetap semangat dan optimistis. Walaupun anggaran terbatas, bukan berarti kita tidak bisa berbuat. Dengan kebersamaan dan gotong royong, kita tetap mampu memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” tandas Jaya mengakhiri. (Nov/Aw)