Aksesibilitas Pendidikan Jadi Sasaran Disdikpora Gumas

Kadisdikpora Gumas, Esra,M.Pd. (Media Dayak/Novri JK Handuran)
Kuala Kurun, Media Dayak
Salah satu sasaran yang digarap Pemerintah Kabupaten Gunung Mas melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga (Disdikpora) untuk memajukan pendidikan di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau salah satunya melalui peningkatan aksesibilitas pendidikan.
“Ini (peningkatan aksesibilitas pendidikan) sebuah keniscayaan dalam mendukung konsep dasar pembangunan Kabupaten Gunung Mas, yakni smart human resources, smart agro dan smart tourism,” kata Kadisdikpora Gumas, Esra, Senin (3/1).
Esra menjabarkan, beleid (kebijakan) yang sudah dilakukan selama tahun 202 dalam peningkatkan aksesibilitas pendidikan di Gumas, yakni pemberian subsidi pendidikan dalam rangka pemenuhan kebutuhan dasar pendidikan melalui pemberian Kartu Gumas Pintar (KGP) untuk 1.699 peserta didik, dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk 5.739 peserta didik.
“Pengadaan sarana pendidikan guna mendukung tercapainya proses pembelajaran yang efektif melalui memberikan bantuan TIK (teknologi informasi dan komunikasi) dari DAK, dan bantuan pemerintah pusat sebanyak 744 buah chromebook atau computer,” ujarnya.
Selanjutnya, kata dia, pembangunan prasarana pendidikan di tempat yang masih kekurangan, serta pemeliharaan rutin untuk prasarana pendidikan yang telah ada, melalui rehabilitasi ruas kelas PAUD, SD dan SMP sebanyak 109 ruang kelas, serta rehabilitasi ruas kelas penunjang (ruang UKS, perpustakaan, ruang guru dan laboratorium) untuk PAUD, SD dan SMP.
“Kita (Disdikpora) juga membangun ruang area bermain beserta APE (alat permainan edukatif) luar ruang, rehab dan pembangunan toilet. Apa yang sudah kita lakukan di tahun 2021 akan kita lanjutkan di tahun ini,” tutur Esra.
Kemudian, tambah dia, penggabungan terhadap sekolah berdasarkan prinsip efisiensi dan efektifiktas. Namun beleid ini belum bisa dilaksanakan dengan pertimbangan jarak sekolah dan warga masyarakat.
“Tahun ini akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat dan warga sekolah yang akan dilakukan penggabungan,” demikian Esra memungkas. (Nov/Aw)