Akerman: Gumas Cukup Maju

Ketua DPRD Gumas Akerman Sahidar (kiri) akrab bersama Bupati Jaya S Monong pada kegiatan lounching kartu tani dan pasar tani Dinas Pertanian Gumas. (Media Dayak/Ist)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

21 Juni 2002 menjadi tonggak bersejarah bagi masyarakat Kabupaten Gunung Mas (Gumas). Tanggal tersebut merupakan tanggal pembentukan Kabupaten Gumas, dan selanjutnya ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Gumas.

“21 Juni 2022, Kabupaten Gunung Mas berusia 20 tahun. Sebuah usia yang sudah dianggap dewasa. Cukup banyak kemajuan pembangunan yang sudah dicapai, baik di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertanian, peternakan, pariwisata, perkebunan, dan bidang lainnya,” kata Ketua DPRD Gumas Akerman Sahidar, Senin (20/6) usai menghadiri launching kartu tani dan pasar tani Dinas Pertanian Gumas.

Politikus PDI Perjuangan itu menyatakan, kemajuan Gumas di usianya saat ini sudah cukup signifikan, tidak kalah dengan kabupaten lain. Ini tentu berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,

“Capaian kemajuan pembangunan yang sudah tercapai selama 20 tahun ini berkat kerjasama yang baik antara pemerintah daerah dengan semua komponen masyarakat,” kata Aker.

“Kerjasama ini harus terus dirawat. Seluruh pihak harus bersinergi mengisi berbagai pembangunan di Kabupaten Gunung Mas menuju masyarakat yang sejahtera, mandiri, berkeadilan dan bermartabat,” tambahnya.

Pun begitu (mengalami kemajuan), Aker mengakui sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertanian, peternakan, pariwisata, perkebunan, dan bidang lainnya, masih perlu ditingkatkan agar semakin berdampak kuat  pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Jangan kita terlena. Pembangunan di wilayah ini harus terus dilaksanakan, meski pandemi Covid-19 telah melandai,” seru legislator dapil II Kecamatan Rungan Hulu, Rungan, Rungan Barat, Manuhing, dan Manuhing Raya ini.

Wakil rakyat tiga periode itu pun mengajak masyarakat Gumas untuk bersama-sama dan saling bahu membahu dalam mendukung setiap pelaksanaan pembangunan. 

Dengan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan roda pembangunan dan pemerintahan dapat berjalan baik menuju kemaslahatan bersama.

“Salah satu yang menjadi perhatian kita bersama adalah pemberantasan narkoba. Ini yang menjadi persoalan dan tanggung jawab bersama, untuk bagaimana peredaran narkoba di wilayah ini bisa ditekan serendah-rendahnya, karena dampak dari barang haram itu sungguh besar, terutama bagi generasi muda,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat Gumas untuk menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan saling menghormati keberagaman yang ada. Masyarakat juga harus waspada terhadap segala bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan dengan ideologi Pancasila. (Nov/Aw)

image_print

Pos terkait

Berita Olahraga Pilihan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.