Ada 16 Titik Hotspot Terpantau Di Wilayah Barut

RAPAT KESIAPSIAGAAN KARHUTLA-Pemkab Barito Utara melaksanakan rapat kesiapsiagaan dan Apel Siaga Karhutla tahun 2020, di Aula Setda Lantai I, Jum’at (19/6). (Media Dayak : Lana/Rsn)
Muara Teweh, Media Dayak
Berdasarkan data yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Utara (Barut), wilayah Kabupaten Barito Utara telah terpantau 16 titik hostpot yang tersebar di daerah ini, dengan 5 (lima) titik hotspot yang positif (fire spot) luasan yang terbakar.
“Ada 5 (lima) titik hostpot yang positif luasan terbakar yaitu di wilayah Desa Lawarang Kecamatan Gunung Purei, Desa Mampuak I Kecamatan Teweh Timur, Desa Kamawen Kecamatan Montallat, Desa Bintang Ninggi I Kecamatan Teweh Selatan dan Desa Beringin Raya Kecamatan Teweh Tengah,” kata Kepala BPBD Barito Utara, Gazali, pada rapat kesiapsiagaan dan apel siaga karhutla, di aula Setda Lantai I, Jumat (19/6) siang.
Menurut Gazali, dari keseluruhan wilayah tersebut positif terbaklar atau fire spot dengan luasan terbakar lebih kurang 4,35 hektar, sedangkan 11 titik hotspot yang lainnya adalah bias panas area terpapar matahari.
Terkait hal tersebut, langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Pemkab Barito Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama sama pihak TNI dan Polri melakukan groundchek lapangan ke wilayah ditemukan titik hotspot.
Melalui rapat ini kata kepala BPBD Gazali pemantapan rencana pencegahan dan penanggulangan Karhutla agar selalu melakukan koordinasi situasi cuaca dan musim untuk beberapa waktu kedepan melalui BMKG Beringin Muara Teweh.
Kemudian diminta kepada Camat, Lurah, Kepala Desa menyampaikan informasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait musim kemarau dan dampak dari Karhutla. “dan untuk semua stakeholder terkait koordinasi kesiapan pencegahan karhutla direncanakan untuk melakukan Apel Siaga karhutla Barito Utara tahun 2020,” kata Gazali.
Lebih lanjut, Gazali, melakukan mitigasi, sosialisasi, pendataan wilayah rawan Karhutla tahun 2020 melalui pengaktifan kegiatan rutin yaitu patroli karhutla yang selama ini tidak di laksanakan karena adanya pandemi Covid-19.
“Pastikan kesiapan semua sarana dan prasarana pendukung penanganan karhutla, termasuk Masyarakat Peduli Api (MPA) yang sudah terbentuk,” pungkasnya. (lna)