62 Sekolah Diusulkan, Gumas Kejar Revitalisasi Besar-Besaran! Disdikpora Berharap Pusat Prioritaskan Sekolah Rusak yang Puluhan Tahun Belum Tersentuh!

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Gumas, Aprianto.(Media Dayak/Novri J Handuran)

Kuala Kurun, Media Dayak

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) terus berpacu memperjuangkan peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di tengah keterbatasan anggaran daerah. Sebanyak 62 sekolah telah diusulkan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk memperoleh program Revitalisasi Satuan Pendidikan pada tahun 2026.

Bupati Gumas Jaya Samaya Monong, melalui Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Gumas, Aprianto, Jumat (3/7/2026), mengungkapkan bahwa saat ini terdapat empat lokasi sekolah yang telah diprioritaskan melalui pendanaan APBD yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU). Namun, proses pelaksanaannya masih berjalan karena pemerintah daerah melakukan penyesuaian lokasi berdasarkan tingkat urgensi di lapangan.

“Beberapa lokasi kami ubah karena mempertimbangkan skala prioritas. Selain itu, ada sejumlah sekolah yang direncanakan memperoleh bantuan revitalisasi langsung dari Kemendikdasmen, sehingga kami melakukan penyesuaian agar program tidak tumpang tindih,” ujar Aprianto.

Apri menjelaskan, usulan revitalisasi yang telah diajukan sejak Januari hingga Februari 2026 diharapkan mendapat respons positif dari pemerintah pusat. Dari total 62 sekolah yang diusulkan, pihaknya berharap sedikitnya setengah dari jumlah tersebut dapat disetujui untuk memperoleh bantuan pembangunan maupun rehabilitasi.

Menurut Apri, masih banyak sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), terutama di wilayah pedalaman, yang kondisi bangunannya sangat memprihatinkan. Bahkan, sejumlah gedung sekolah masih merupakan bangunan lama yang berdiri sejak Kabupaten Gunung Mas masih menjadi bagian dari Kabupaten Kapuas dan hingga kini belum pernah direhabilitasi secara menyeluruh.

“Program revitalisasi dari Kemendikdasmen menjadi harapan besar bagi kami, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang membuat ruang fiskal daerah untuk pembangunan fisik menjadi sangat terbatas,” kata Apri.

Apri menandaskan, disdikpora Gumas juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat melalui Akun Revit (Revitalisasi) yang terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Melalui sistem tersebut, seluruh kondisi riil sekolah, mulai dari tingkat kerusakan bangunan hingga kebutuhan fasilitas pendukung, dilaporkan secara digital sehingga dapat diverifikasi langsung oleh pemerintah pusat.

“Kami memastikan data yang dikirim benar-benar sesuai kondisi di lapangan agar sekolah yang paling membutuhkan dapat menjadi prioritas penerima bantuan pada tahun 2026,” tegasnya.

Apri menyebutkan,program revitalisasi yang menjadi fokus Kemendikdasmen meliputi rehabilitasi ruang kelas rusak, pembangunan toilet yang memenuhi standar sanitasi, penyediaan sarana air bersih, pembangunan perpustakaan, hingga ruang laboratorium sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Di sisi lain, disdikpora Gumas,menurut Apri, juga berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian terhadap pembangunan rumah dinas guru. Pasalnya, masih terdapat rumah dinas yang kondisinya sangat memprihatinkan karena telah berusia puluhan tahun dan membutuhkan penanganan segera, terutama di daerah terpencil.

“Kami berharap informasi dari pemerintah pusat dapat segera diterima. Saat ini sudah memasuki bulan Juli, sehingga waktu pelaksanaan pekerjaan semakin terbatas. Seluruh pendanaan revitalisasi berasal dari pemerintah pusat, sehingga kami menunggu keputusan tersebut,”tukas Aprianto.

Dijelaskan Apri, untuk memastikan program berjalan tepat sasaran, Kemendikdasmen menggandeng Universitas Palangka Raya (UPR) dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) dalam proses verifikasi teknis. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan pembangunan yang efektif, efisien, memanfaatkan sumber daya lokal, serta benar-benar menjawab kebutuhan sekolah-sekolah yang selama ini menanti sentuhan pembangunan.(Nov/Aw)