22 Peserta Ikuti Pelatihan Pengolahan Makanan Ringan

PELATIHAN PENGOLAHAN MAKANAN-Warga Desa Lemo II Kecamatan Teweh Tengah mengikuti pelatihan pengolahan makanan ringan yang diselenggarakan oleh LPB HATAPA.(Media Dayak/ist)

Muara Teweh, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Dalam upaya meningkatkan keterampilan masyarakat dalam bidang kuliner, Lembaga Pengembangan Bisnis Hadaduhup Itah Parajakian (LPB HATAPA) menyelenggarakan kegiatan pelatihan pengolahan makanan ringan, khususnya kerupuk dan rengginang.

 

Kegiatan pelatoihan tersebut dilaksanakan selama dua hari, dari tanggal 13-14 Mei 2024, di Kantor Koperasi Parajakian Desa Lemo II, Kecamatan Teweh Tengah, dan diikuti senayak 21 orang peserta.

 

LPB HATAPA merupakan lembaga yang didirikan oleh PT Pamapersada Nusantara, PT Suprabari Mapanindo Mineral dan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) dengan fokus pada pembinaan UMKM melalui program pelatihan, pendampingan, fasilitasi pasar dan fasilitasi pembiayaan.

 

Perwakilan PT Pamapersada Nusantara, Esti Lestari menjelaskan pelatihan ini diikuti 21 peserta yang terdiri dari Ibu-Ibu PKK Desa Lemo 2 dan beberapa pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) serta Ibu-Ibu rumah tangga yang tertarik untuk mengembangkan usaha di bidang makanan kerupuk dan rengginang.

 

“Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam pembuatan kerupuk dan rengginang, serta  menumbuhkan Usaha di bidang kuliner pengolahan kerupuk dan rengginang,” kata Esti.

 

Dikatakannya, pada hari pertama pelatihan, para peserta mendapatkan materi tentang bahan-bahan apa saja yang dibutuhkan dalam membuat kerupuk dan rengginang. Dalam kesempatan tersebut, Ibu Mujiah selaku instruktur mengajarkan cara mengolah kerupuk dan dilanjutkan dengan praktek langsung oleh peserta yang sudah dibagi menjadi empat kelompok.

 

“Selain itu, para peserta diperkenalkan berbagai teknik dan bahan bahan yang diperlukan untuk menghasilkan kerupuk bawang. Serta diberikan panduan langkah demi langkah untuk menciptakan produk yang konsisten dalam rasa dan tekstur,” jelasnya.

 

Dan pada hari kedua pelatihan pengolahan makanan yang diselenggarakan LPB HATAPA ini sukses dilaksanakan. “Hal ini terlihat dengan konsistennya  kehadiran dari 20 peserta pelatihan yang melanjutkan praktik pengolahan kerupuk bawang dan juga rengginang tersebut,” ucap Esti Lestari.

 

Pelatihan hari kedua mencakup manajemen waktu dan efisiensi produksi. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan waktu dan sumberdaya yang efektif agar proses produksi dapat berjalan dengan lancar dan ekonomis.

 

“Juga wawasan mengenai teknik pengemasan yang menarik, dengan tujuan meningkatkan daya tarik produk di pasar,” kata Esti lagi.

 

Salah satu peserta, Ibu Sri, mengungkapkan kegembiraannya atas pelatihan ini. “Saya sangat senang bisa ikut serta dalam pelatihan ini. Ilmu yang saya dapatkan sangat berguna untuk usaha kecil saya di rumah. Saya berharap program ini tidak berhenti di pelatihan saja tapi ada program lanjutan lagi yang diadakan oleh LPB HATAPA,” ujarnya.

 

Koordinator LPB HATAPA, Amirrullah, menyampaikan harapannya agar pelatihan ini dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.  “Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, peserta dapat lebih kreatif dalam mengembangkan produk olahan makanan dan membuka jalan menuju pengembangan potensi bisnis masing-masing peserta, serta memperkuat jaringan komunitas UMKM dalam sektor makanan. Ke depan, kami berencana mendampingi peserta yang menjalankan usaha kerupuk dan rengginang ini,” kata Amirrulah.(lna/Lsn)

 

 

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait