2020 Distanak Barito Timur Bagikan 16.000 Ayam Petelur Kepada Kelompok Tani

Kepala Distanak Kabupaten Barito Timur Riza Rahmadi mengunjungi peternakan ayam petelur di Desa Lebo(Foto Media Dayak/Agustinus)
Tamiang Layang, Media Dayak
Pada tahun 2020 Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Barito Timur mengganggarkan pengadaan 16.000 bibit ayam petelur yang akan dibagikan kepada 80 kelompok tani yang tersebar di seluruh Kabupaten Barito Timur.

Demikian disampaikan Kepala Distanak Kabupaten Barito Timur Riza Rahmadi usai mendampingi Wakil Ketua DPRD Barito Timur Ariantho S Muler yang menggelar kunjungan reses di Desa Lebo Kecamatan Pematang Karau. Jumat, 20 Desember 2019.

“Setiap kelompok tani akan mendapatkan 200 ekor bibit ayam petelur yang berumur 4 bulan dan bantuan pakan ayam selama 60 hari,” kata Riza.

Kelompok tani hanya perlu melakukan swadaya untuk pembuatan kandang ayam petelur. Diharapkan setelah mendapatkan bantuan pakan selama 60 hari, ayam petelur itu mulai berproduksi sehingga hasil penjualan telur dapat digunakan untuk membeli pakan lagi.

Riza menjelaskan, pengembangan peternakan ayam petelur tersebut bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam mencegah dan menurunkan angka stunting, dengan cara mengonsumsi sebiji telur per harinya.

“Telur berperan penting dalam mencegah stunting, melalui pemenuhan protein asal hewan,” papar Riza

Pengembangan ayam petelur ini juga untuk memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat Barito Timur secara keseluruhan. Sebab, dengan jumlah peternakan ayam petelur yang ada saat ini, belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.

Dia juga menambahkan bahwa pengembangan peternakan ayam petelur merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Barito Timur untuk mempersiapkan diri sebagai daerah penyanggah logistik pangan bagi Ibu Kota Negara yang baru nanti.

“Dokter hewan juga tersedia dan jumlah penyuluh pertanian yang ada cukup untuk membina masyarakat dalam budidaya ayam petelur,” lanjut Riza.

Menurutnya, pakan ayam petelur juga tidak sulit didapatkan, karena sudah ada pabrik pakan ternak di Desa Tampa, Kecamatan Paku.

“Bahkan sudah ada kelompok tani yang diajarkan mengolah pakan secara swadaya dengan mesin pengolah dan penepung pakan,” pungkas Riza.(GUS)