15 Hari Ramadhan 1447 H, Wilkum Katingan Hilir Cukup Aman

Kapolsek Katingan Hilir, Ipda Harry Meilantara S IP M AP

Kasongan, Media Dayak

Dalam 15 hari di bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M, wilayah hukum (wilkum) Polsek  Katingan Hilir di Kabupaten Katingan saat ini cukup aman dan terkendali. Demikian kata Kapolsek Katingan Hilir Inspektur Dua (Ipda) Harry Meilantara, yang diungkapkannya kepada awak media, Jum’at pagi (7/3), di ruang kerjanya.
 
“Intinya, keamanan dan ketertiban masyarakat di wilkum Polsek Katingan Hilir sejak 1 hingga 15 Ramadhan 1447 H/2026 M masih aman dan terkendali,” kata Ipda Ipda Harry Meilantara. 
 
Meskipun dalam 15 hari ini ada beberapa insiden yang mengarah ke Krimininalitas. Diantaranya, terjadinya perjudian dadu gurak di sekitar Kereng Pangi desa Hampalit jalan Tjilik Riwut KM 19 Kecamatan Katingan Hilir. “Namun saat itu kita ketahui begitu adanya perjudian jenis dadu gurak, langsung kami bubarkan,” terangnya, seraya mengimbau kepada masyarakat di mana pun berada, agar tidak melakukan segala jenis atau bentuk perjudian apapun juga. 
 
Selain itu pihaknya menurutnya juga mendapat laporan masyarakat, adanya balapan liar (bali) di sekitar bundaran durian komplek perkantoran Pemkab Katingan. Waktunya sekitar pukul 04.00 wib dan pada pukul 20.00 wib. “Namun, setelah kita lakukan upaya preventatif bersama Satlantas Polres Katingan, akhirnya dalam tiga hari ini kita berpatroli tidak ada lagi masyarakat yang bali itu,” tuturnya. 
 
Kendati mereka tidak lagi melakukan bali di sekitar jalan tersebut, namun pihaknya bersama satlantas menurutnya tetap senantiasa melakukan patroli setiap harinya, sejak sore hingga malam hari. Karena, ini semua demi kamtibmas di wilkum Polsek Katingan Hilir pada khususnya dan di wilkum Polres Katingan pada umumnya.
 
Polsek melakukan patroli setiap hari utamanya, lanjutnya, dengan tujuan untuk mencegah tindak kejahatan secara preventif, memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, serta menjaga ketertiban masyarakat (kamtibmas). “Maksudnya, kehadiran polisi secara fisik di lapangan juga bertujuan mengantisipasi kriminalitas seperti curat, curas, curanmor, serta balap liar, terutama pada jam-jam rawan,” pungkasnya. (Kas/Aw)